Ini Dia Hendi, Komika yang Dilantik Jadi Wakil Rektor Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 12:56 WIB
Hendi Pratama, komika yang dilantik jadi Wakil Rektor Unnes.
Hendi Pratama, komika yang dilantik jadi Wakil Rektor Unnes. (Foto: dok. Hendi Pratama)
Semarang -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) baru saja melantik Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama bernama Hendi Pratama. Pejabat kampus ini ternyata masih cukup muda dan seorang pelawak atau lebih tepatnya adalah Komika.

Menurut Hendi, perjalanan karir hingga akhirnya memegang jabatan di Unnes ini, tak bisa lepas dari kebiasaannya open mic menghibur orang dengan stand up comedy.

"Dengan stand up kita bisa lebih belajar cara berkomunikasi dan memahami lawan bicara. Ternyata ilmu itu bermanfaat untuk saya selama ini," kata Hendi saat ditemui di Unnes, Selasa (12/1/2021).

Hendi bercerita, dia mulai tertarik dengan stand up sejak 2015 dan mulai menantang dirinya untuk mencoba. Meski belum bisa memancing tawa penonton saat itu, namun Hendi merasa itu adalah dunianya.

"Setelah mencoba, saya merasa, 'ini dia'," ujar pria berusia 35 tahun ini.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris itu terus belajar menjadi komika dan bergabung dengan komunitas Stand Up Comedy Semarang. Menurutnya di komunitas itu ia belajar banyak dan tidak pandang bulu.

"Saya belajar banyak, di komunitas itu kalau belajar pas salah ya dimaki beneran, haha," tandasnya.

Ilmu itu kemudian juga diterapkan dalam pekerjaannya di Unnes dan membuatnya berusaha bisa lebih dekat dengan mahasiswa dan bisa menyalurkan ilmu dengan lebih cair. Ia juga berbaur dengan komunitas mahasiswa.

Hendi Pratama, komika yang dilantik jadi Wakil Rektor Unnes.Hendi Pratama, komika yang dilantik jadi Wakil Rektor Unnes. Foto: dok. Hendi Pratama

"Para mahasiswa komedian tunggal haruslah cerdas. Jika tidak, mereka tidak akan memancing tawa. Nah, hal itu tidak muncul di kelas. Dengan memahami dunia mereka, saya bisa lebih efektif dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan," kata alumnus S-2 Universitas Queensland Australia dan S-3 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu.

"Dari sini saya menyadari bahwa dosen juga harus belajar dari mahasiswa. Tidak hanya stand up ini, setelah semakin mengenal mahasiswa saya juga ikut bermain game daring dan menonton drama Korea. Semua saya niatkan memahami dunia mereka dan menjadi metode dalam mengajar," imbuh Hendi.

Mantan staf ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri Unnes itu juga memanfaatkan media sosial dengan fungi berbeda. Instagram yang biasa digunakan anak muda dan mahasiswa untuk berbagi inspirasi melalui video atau unggahan gambar, termasuk candaan ala komika. Sedangkan Facebook dia gunakan untuk meraih audiens yang lebih dewasa untuk berbagi kisah inspiratif dan informasi yang bersifat akademik.

"Kalau YouTube saya gunakan untuk membuat tutorial dan bahan kuliah yang lebih serius. Twitter biasa saya gunakan untuk diskusi terkait kesetaraan, gender, dan antidiskriminasi," tandas Hendi yang sebelumnya menjabat Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Bahasa dan Seni Unnes itu.

Selanjutnya, tanggapan Rektor Unnes...

Selanjutnya
Halaman
1 2