32 Pegawainya Kena Corona, Puskesmas Kerjo Karanganyar Ditutup

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 13:26 WIB
Ilustrasi Dokter
Ilustrasi (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono)
Karanganyar -

Sebanyak 32 pegawai di Puskesmas Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Akibatnya pelayanan di Puskesmas Kerjo Karanganyar ditutup.

"Hasil swab-nya keluar kemarin, hasilnya 32 positif. Jumlah ini hampir 75 persen dari total pegawai di Puskemas Kerjo," ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyati, saat dihubungi wartawan, Kamis (14/1/2021).

Penutupan pelayanan Puskemas Kerjo, lanjut Dwi, dilakukan selama tiga hari terhitung sejak Rabu (13/1/). Pelayanan terpaksa ditutup total karena jumlah tenaga kesehatan yang ada sudah tidak memadai untuk melakukan pelayanan.

"Pertimbangannya (ditutup) karena nggak bisa melayani, karena yang lainnya jelas kontak semua. Ini kita lagi prihatin. Keputusan sementara ditutup tiga hari, sambil menunggu perkembangan," imbuhnya.

Dwi mengatakan ke-32 pegawai yang dinyatakan positif terdiri dari berbagai posisi dan jabatan. Sementara sisa pegawai yang lain, dalam status kontak erat yang kini masih menunggu hasil swab.

"Komplit hampir semua kena. Kepala Puskesmas kena, dokter, dokter gigi, KTU, sedangkan pegawai yang lain kan juga kontak erat saat ini masih menunggu hasil swab," paparnya.

Dwi memastikan seluruh pegawai yang positif COVID-19 tersebut dalam kondisi baik. Seluruh pegawai tersebut diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil terus dipantau perkembangan kesehatannya.

"Alhamdulillah kondisinya masih bagus, saat ini seluruhnya diberlakukan isolasi mandiri. Semoga kondisinya bagus terus sehingga tidak perlu perawatan. Termasuk pegawai lain yang kontak erat kita isolasi mandiri. Kita tidak mau berspekulasi soalnya beresiko," paparnya.

Dwi pun tidak bisa memastikan sumber penularan COVID-19 yang dialami puluhan pegawai Puskesmas Kerjo tersebut. Dugaan petugas, Corona ini berawal dari klaster keluarga yang dibawa oleh salah satu tenaga kesehatan.

Selengkapnya penjelasan Dinkes soal banyaknya nakes yang terpapar Corona..

Selanjutnya
Halaman
1 2