9.800 Vial Vaksin Tiba di Kota Semarang, Wali Kota Ikut Divaksin Pertama

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 08:23 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Semarang -

Kota Semarang menjadi salah satu dari tiga daerah yang mendapat distribusi vaksin tahap pertama di Jawa Tengah. Sebanyak 9.800 vial vaksin Corona sudah tiba dan Wali Kota Semarang beserta Wakilnya akan menjadi salah satu penerima vaksin pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam dalam siaran persnya mengatakan 9.800 vial atau dosis vaksin sinovac itu sudah tiba di Gudang penyimpanan vaksin Instalasi Farmasi Semarang sejak hari Selasa (12/1) kemarin.

"Dalam serah terima vaksin COVID-19 tersebut, Semarang menerima 9.800 vial atau setara untuk 4.900 nakes yang akan diprioritaskan dalam program vaksinasi tahap pertama ini. Selanjutnya, Semarang akan menerima 38.240 vial atau setara dengan 19.120 sasaran dan akan didistribusikan untuk Semarang secara bertahap. Saat ini, jumalh vaksin 9.800 vial tersebut sudah berada di Gudang penyimpanan vaksin Instalasi Farmasi Semarang," kata Hakam dalam siaran persnya, Rabu (13/1/2021).

Hakam menjelaskan untuk vaksinasi tahap pertama akan dilakukan hari Kamis (14/1) besok. Untuk Forkopimda, vaksinasi dilakukan di Balai Kota Semarang.

"Kegiatan penyuntikan vaksin pertama di Kota Semarang yang akan diberikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali kota bersama Forkopimda akan dilakukan pada tanggal 14 Januari 2021 di Balai Kota Semarang," jelasnya.

Sementara itu Hakam di Balai Kota Semarang hari Senin (11/1) lalu mengatakan ada 10 tokoh yang ikut divaksin tahap pertama bertempat di Balai Kota Semarang. Sisanya yaitu tenaga kesehatan.

"Mulai Pak Wali (Wali Kota), Wakil (Wakil Wali Kota), Forkopimda. Kan cuma 10 tokoh," ujar Hakam.

Terkait Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi yang sudah pernah terpapar COVID-19, Hakam menjelaskan vaksinasi masih bisa dilakukan jika anti bodinya belum maksimal.

"Jadi walau sudah penyintas kalau antibodi masih belum maksimal masih bisa divaksin," tandasnya.

(alg/mbr)