Kisah dr Prasetyo Gugur karena Corona, Terus Layani Pasien Saat Pandemi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 07:53 WIB
dr prasetya hudaya wafat kena corona
(Foto: Istimewa)
Solo -

Satu lagi dokter dari Kota Solo meninggal dunia usai terpapar COVID-19. Dia adalah dr Prasetyo Hudaya, seorang dokter senior yang namanya cukup dikenal masyarakat.

Sebelum wafat di usia 76 tahun, dokter umum itu tidak mau berhenti melayani pasien yang datang di rumah sekaligus tempat praktiknya, kawasan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Justru saat pandemi, jumlah pasiennya semakin banyak.

"Sebenarnya sudah saya minta, papa udah istirahat saja. Karena masa pandemi, usia beliau kan rentan. Tapi papa bilang 'mereka itu sakit, butuh bantuan, gimana mau sembuh kalau tidak berobat'," kata putrinya, Ovilia Hudaya, saat dihubungi detikcom, Selasa (12/1) malam.

Olivia mengatakan ayahnya memang orang yang tidak pernah memikirkan diri sendiri. Tidak hanya kepada pasien, Prasetyo juga dikenal baik oleh keluarga dan mahasiswanya.

"Memang hatinya itu terlalu baik. Suka membantu orang lain, suka memberi. Tidak hanya kepada pasien, kepada saudara, kepada siapa saja," ujar dia.

Selain membuka praktik, Almarhum Prasetyo juga merupakan dosen di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Solo. Menurut Olivia, Prasetyo dikenal oleh mahasiswa sebagai dosen yang tegas.

"Memang kesannya galak, tetapi banyak muridnya yang malah menghormati beliau sampai sekarang. Karena memang beliau jiwanya ingin mengajari dengan sepenuh hati, sampai muridnya bisa. Saya sendiri termasuk orang yang diajar beliau," ujar dia.

Seakan mengunduh kebaikannya, banyak orang kemudian membantu keluarga Prasetyo saat dirawat di RS dr Oen Kandangsapi. Bahkan kabar dirinya membutuhkan plasma konvalesen banyak disebar melalui media sosial.

"Terasa betul ketika kemarin itu pasiennya, muridnya, semua yang mengenal beliau ikut menyupport. Bisa bantu apa. Sampai-sampai ternyata pada nge-share sampai semua orang tahu," ujar Olivia yang juga seorang dokter.

Prasetyo pun sempat menerima donor plasma konvalesen. Namun Tuhan berkehendak lain. Dia meninggal pada Selasa (12/1/2021) pukul 06.15 WIB.

Menjelang Prasetyo wafat, Olivia mengatakan selalu memantau kondisi ayahnya. Namun Prasetyo tidak mau membuat orang lain repot dan khawatir.

"Saat dirawat itu beliau sempat bilang lewat telepon 'sudah, tidak usah khawatir, kamu nggak usah ke sini'. Beliau sampai mematikan HP-nya. Sebelumnya saya sempat diperbolehkan melihat lewat kaca, tapi kemudian tidak boleh," katanya.

Lihat juga video 'Terpapar Covid-19, Dokter Ini Sebut Pasien Butuh Darah dari yang Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]






Selanjutnya: Dokter senior yang setia mengabdi

Selanjutnya
Halaman
1 2