Waduh! 6 Perusahaan di Yogya Kepergok Tak Terapkan WFH Saat PTKM

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 12:48 WIB
Tugu Pal Putih Yogyakarta kini ditutupi pagar. Hal ini untuk mencegah kerumunan orang selama malam pergantian tahun baru.
Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Foto: Agus Septiawan/detikcom)
Yogyakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menemukan pelanggaran saat hari pertama pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Pelanggaran PTKM itu sebagian besar karena tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Kami sudah melakukan pengawasan dan dari hasil pengawasan yang kami lakukan ya masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di masyarakat terutama terkait pemakaian masker kemarin masih ada," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad melalui daring, Selasa (12/1/2021).

Selain itu, pihaknya juga menyebut masih ada perusahaan yang tidak menerapkan work from home (WFH). Bahkan, beberapa rumah makan juga kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Terkait dengan penerapan WFH, ada 6 perusahaan yang kami datangi kemarin itu masih belum menerapkan WFH. Kemudian ada 6 tempat rumah makan yang kami didatangi karena tidak ada menerapkan 25 persen dari kapasitas," ucapnya.

"Selanjutnya malam hari kami lakukan pengawasan banyak yang belum tahu terkait PTKM khususnya terkait tutup jam operasional pukul 19.00 WIB. Untuk Gumaton (Tugu, Malioboro dan Keraton) sudah disosialisasikan karena itu terkondisi dengan baik," imbuh Noviar.

Hanya saja, kata Noviar, untuk di daerah lain masih ada yang belum menerapkan batas jam operasional tempat usaha. Oleh karena itu pihaknya tadi malam melakukan tindakan persuasif.

"Sehingga secara persuasif tadi malam banyak sekali toko-toko atau tempat usaha yang memang kami lakukan penutupan dengan cara-cara persuasif, dengan harapan ke depannya mereka sudah paham," ucapnya.

Dia menyebut beberapa hari ini sanksi yang diberikan masih persuasif karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui PTKM. Karena itu setiap hari pihaknya akan patroli sembari memberikan sosialisasi.

"Tapi kalau untuk sanksi mengacu Pergub 77 tahun 2020, yakni teguran lisan tertulis, penutupan sementara dan penutupan permanen," ujarnya.

Selain itu, dia meminta agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan PTKM. Di mana masyarakat dapat melakukan pengaduan jika mendapati pelanggaran terkait PTKM.

"Kita juga buka hotline jika masyarakat menemukan pelanggaran selama PTKM di nomor 081325398451. Mohon nanti masyarakat kalau ada pengaduan terkait pelanggaran sertakan foto dan lokasi nanti kami tindaklanjuti," ucapnya.

"Tadi malam sudah ada pengaduan karena banyak kerumunan di tempat makan yang belum tutup jam 19.00 WIB," lanjut Noviar.

(sip/ams)