Top! Anak-anak SMK di Kudus Bikin Film Animasi Berkelas Internasional

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 11:36 WIB
Proses pembuatan film animasi di SMK RUS Kudus, Selasa (5/1/2021).
Proses pembuatan film animasi di SMK RUS Kudus, Selasa (5/1/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Faiddudin mengatakan ada yang menarik lagi terkait dengan pemilihan lokasi cerita dalam film animasi tersebut. Yakni di kawasan Lawang Sewu dan Gereja Blenduk Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya pemilihan lokasi itu agar lebih mengenal ciri khas kearifan lokal.

"Objeknya dibuat di Lawang Sewu dan Gereja Blenduk. Kita mengambil kearifan lokal. Karena kita rencana juga akan di Kudus, membuat cerita. Tapi kenal lebih dikenal itu kan di Lawang Sewu. Durasi filmnya sekitar 20 menitan," ungkap dia.

Menurutnya selama ini sudah banyak film yang diproduksi siswa-siswinya. Namun yang asli untuk industri sekolah baru tiga film. Yakni Pasoa dan Sang Pemberani, Gogo Galaxy dan Unstring Your Heart.

Proses pembuatan film animasi di SMK RUS Kudus, Selasa (5/1/2021).Proses pembuatan film animasi di SMK RUS Kudus, Selasa (5/1/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

"Pasoa dan Sang Pemberani, itu karya pertama kami dan sempat akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. Itu sempat tayang di SCTV. Terus film Gogo Galaxy dan lainnya," papar dia.

Diwawancara terpisah pada hari yang sama, Kepala Studio Film Animasi di SMK RUS Kudus, Riko Andriansyah, menuturkan film Unstring Your Heart diproduksi pada tahun 2018 silam. Film animasi itu diproduksi puluhan siswa dan pembimbing. Proses produksi film tersebut memakan waktu sampai sembilan bulan pekerjaan.

"Kalau untuk proses itu kan buat tujuannya untuk kita sendiri (untuk sekolah), karena sebagian untuk karya pesanan (industri dari luar sekolah). Hampir semua pesanan. Maka kita akhirnya yuk bikin film. Film pertama Pasoa, kita bikin lagi untuk didaftarkan di festival film. Ya alhamdulillah bisa menyambut beberapa nominasi, di The 20th Kansas International Film Festival 2020, Canberra Short Film Festival 2019, sampai Pune Short Film Festival 2019," ujar Riko saat ditemui di SMK RUS Kudus.


(sip/sip)