PPKM 11 Januari, Wabup Ungkap Tingginya Angka Kematian Corona di Kebumen

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 11:20 WIB
Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Sabtu (9/1/2021).
Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Kebumen -

Kabupaten Kebumen menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan siap menerapkan PPKM dan mengungkap tingginya angka kematian akibat virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya.

"Kami langsung menggelar rapat membahas hal tersebut. Kebumen juga akan turut serta dalam PSBB ini, karena angka kematian karena kasus COVID-19 di Kabupaten Kebumen cukup tinggi, angkanya 159 atau 3,5 persen. Sangat tinggi dan harus ditekan di bawah 3 persen. Oleh karena itu kami juga akan memberlakukan PPKM mulai 11 Januari 2021," ujar Arif saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/1/2021).

Arif juga mengatakan work from home (WfH) akan segera diberlakukan. Selain itu objek-objek wisata di Kebumen juga akan ditutup.

"Penutupan obyek wisata, dan akan membubarkan segala bentuk kerumunan yang timbul di Kebumen," lanjutnya.

Sedangkan data kasus virus Corona di Kabupaten Kebumen saat ini menunjukkan ada total 4.522 kasus terkonfirmasi positif virus Corona. Dari angka tersebut masih, sebanyak 238 di antaranya masih dirawat, 376 menjalani isolasi, 8 dirujuk, 159 meninggal dunia dan 3.839 sembuh.

Diberitakan sebelumnya berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0000429 yang ditujukan untuk bupati dan wali kota, disebutkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah harus menerapkan PPKM. Ada 23 daerah di Jateng yang harus menerapkan PPKM.

"Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mulai 11 Januari sampai dengan 25 Januari 2021 dengan berpedoman pada Inmendagri nomor 1 tahun 2021," bunyi surat tertanggal 8 Januari 2021 yang ditandatangani Ganjar Pranowo.

Ganjar juga meminta penambahan kapasitas tempat tidur ICU ataupun isolasi untuk kasus COVID-19. Dalam hal kehidupan sehari-hari, diminta melakukan penguatan protokol kesehatan dengan 3M dan 3T serta melaksanakan operasi yustisi. Selain itu masing-masing daerah juga diminta memastikan kesiapannya untuk proses vaksinasi virus Corona.

Simak video 'Satgas Covid-19 Minta Warga Kurangi Bepergian Selama 2 Minggu ke Depan!':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)