Libur Natal, Rumah Karantina di Solo Diisi Pemudik dari Jakarta-Kalimantan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 28 Des 2020 19:15 WIB
Solo Technopark tengah dipersiapkan untuk menjadi rumah karantina pemudik pada libur akhir tahun mendatang. Seperti apa persiapan di sana?
Solo Technopark, rumah karantina pemudik di Solo pada libur akhir tahun. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Selama dioperasikan, rumah karantina di Solo Technopark diisi oleh tiga orang pemudik. Ketiganya terjaring petugas Jogo Tonggo di wilayah mereka menginap di masa libur Natal kemarin.

"Sampai sekarang ada tiga orang. Mereka dilaporkan Jogo Tonggo lalu dibawa ke sini. Sudah kita rapid test hasilnya nonreaktif," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (28/12/2020).

Tiga orang tersebut berasal dari daerah berbeda. Satu orang perempuan dari Bekasi, satu pria dari Kalimantan dan satu lagi seorang pria dari Jakarta.

"Yang dua warga Solo sedang pulang merantau. Satunya pencari kerja dari Kalimantan, menginap di sini," ujar dia.

Seperti diketahui, Pemkot Solo mulai mengaktifkan rumah karantina sejak 21 Desember 2020. Ketiga pemudik tersebut dikarantina selama 14 hari karena tidak memiliki surat hasil rapid test antigen atau swab PCR.

Rudy kembali mengingatkan kepada masyarakat terutama petugas Jogo Tonggo untuk mewaspadai adanya pemudik yang masuk ke wilayahnya. Dia tidak ingin kedatangan pemudik menjadi celah penularan virus Corona.

"Kita minta masyarakat melaporkan jika ada pemudik menginap di wilayahnya. Seperti tiga orang ini, mereka tinggal di wilayah yang kebetulan di situ ada kasus COVID-19, jadi jangan sampai menular atau tertular," ujar dia.

Salah satu pemudik yang dikarantina, Atik Widiastuti (45), mengatakan baru pulang dari Bekasi ke rumah keluarganya di Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Dia pulang untuk menemui anaknya.

"Saya berangkat dari Bekasi, Selasa (22/12). Rabu (23/12) pagi sampai Solo, malamnya dibawa ke sini," kata Atik di Solo Technopark.

Dia mengaku tidak masalah dengan sanksi karantina. Sebab dia sudah melepas kerinduannya terhadap sang anak yang tinggal bersama nenek.

"Kebetulan dapat libur dari majikan 10 hari. Saya pulang, sudah sempat ketemu anak. Tidak masalah (dikarantina), di sana libur 10 hari juga tidak tahu mau ngapain," ujar dia.

(rih/sip)