Aksi Koboi Jalanan di Sleman, Remaja Tembaki Pemotor dengan Air Gun

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 28 Des 2020 16:53 WIB
Polres Sleman merilis kasus aksi koboi remaja di jalanan Sleman, Senin (28/12/2020).
Polres Sleman merilis kasus aksi koboi remaja di jalanan Sleman, Senin (28/12/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
Sleman - Aksi koboi jalanan dilakukan oleh seorang remaja berinisial FMA (17) warga Kapanewon Seyegan, Sleman. Ia menembak pemotor yang mengganggu teman perempuannya dengan menggunakan air gun.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menjelaskan kasus ini bermula pada Jumat (25/12) saat pelaku nongkrong bersama beberapa teman perempuannya di wilayah Kulon Progo. Kemudian saat perjalanan pulang korban mengganggu rombongan itu.

"Pukul 21.00 WIB saat pelaku sampai di daerah Sidoluhur, Godean, korban menyalip pelaku kemudian bermanuver zig-zag dan hampir menyerempet teman perempuan pelaku," kata Deni saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Senin (28/12/2020).

Deni menjelaskan, pelaku yang saat itu dalam pengaruh minuman beralkohol merasa teman perempuannya diganggu. Ia kemudian mengejar korban dan menembak korban dengan air gun sebanyak tiga kali.

"Pelaku ini terpengaruh miras dan merasa emosi karena korban mengganggu teman perempuannya. Kemudian dikejar dan ditembak sebanyak tiga kali di Padukuhan Geneng, Kalurahan Sidoagung, Godean," jelasnya.

Tembakan yang dilakukan oleh pelaku hanya sekali saja mengenai korban. Beruntung, korban tidak mengalami luka.

"Pelaku menembak korban sebanyak tiga kali dan dari tiga tembakan, satu tembakan mengenai helm korban," ungkapnya.

Korban yang merasa diserang kemudian meneriaki pelaku. Warga sekitar yang terpancing kemudian meringkus pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Godean.

"Korban merasa ditembak kemudian berteriak ada klithih dan minta tolong warga. Kemudian pelaku ditangkap warga dan diserahkan ke Polsek Godean," sebutnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Susilo menambahkan pelaku telah memiliki senjata itu sejak duduk di bangku kelas 3 SMP.

"Senjata itu dibeli tahun 2017 atau waktu kelas 3 SMP. Pelaku COD Jalan Solo harga Rp 1,2 juta dengan mendapatkan 1 boks gotri dan 3 tabung," kata Bowo, hari ini.

Lebih lanjut, Bowo mengungkapkan pelaku beralasan membawa air gun karena untuk berjaga-jaga. Sejauh ini, pelaku baru sekali menggunakan senjatanya untuk tindak kriminal. Ia juga memastikan senjata yang dimiliki pelaku tidak berizin.

"Senjatanya dipastikan tidak berizin. Setelah membeli air gun, dibawa setiap keluar untuk jaga-jaga dengan diselipkan di pinggang. Baru sekali dipakai. Dia biasa gunakan untuk mainan nembak botol dan lain sebagainya. Kalau yang masuk unsur pidana baru sekali," paparnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti sepucuk senjata air gun merk Piero Beretta warna hitam sepanjang 15 cm, 14 buah gotri, 1 unit sepeda motor dan helm. Polisi menjerat pelaku dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara. (rih/mbr)