Truk Tronton Nyasar-Terperosok ke Sungai Gegara Ikuti Google Maps

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 16:31 WIB
Truk tronton nyasar gegara ikuti google maps dan terperosok di jembatan yang patah setelah dilintasinya di Batang, Kamis  (24/12/2020).
Truk tronton nyasar gegara ikuti Google Maps dan terperosok ke sungai karena jembatan yang dilaluinya putus, Batang, Kamis (24/12/2020). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang -

Sebuah truk tronton nyasar gegara mengikuti Google Maps di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Truk akhirnya terperosok ke sungai karena konstruksi jembatan yang dilaluinya putus.

Peristiwa itu terjadi di Jembatan Kaliembo, Desa Lawangaji, Kecamatan Kandeman. Jembatan putus diduga tidak kuat menahan beban truk yang sarat muatan batu bata.

"Menurut pengakuan sopir, bahwa yang bersangkutan melintas jalan desa mengikuti Google Maps, tujuan ke (Kecamatan) Bandar," kata Kasat Lantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, saat dihubungi detikcom, Kamis (24/12/2020).

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Hingga siang ini, truk belum dievakuasi dan masih berada di lokasi kejadian.

Doddy menjelaskan, truk yang dikemudikan Amin Hidayat (40), warga Kabupaten Boyolali, memuat 50 kubik bata ringan dari Jakarta menuju Kecamatan Bandar, Batang. Sopir mengikuti Google Maps hingga nyasar ke jalan kecil yang diketahui bukan untuk dilintasi truk tronton.

Truk kemudian terperosok saat melintasi Jembatan Kaliembo yang tiba-tiba putus diduga tak kuat menahan beban truk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kecelakaan truk masih dalam penanganan kami. Kami masih melakukan pemeriksaan pengemudi," kata Doddy.

Truk tronton nyasar gegara ikuti google maps dan terperosok di jembatan yang patah setelah dilintasinya di Batang, Kamis  (24/12/2020).Truk tronton nyasar gegara ikuti Google Maps dan terperosok di sungai karena jembatan yang dilaluinya putus di Batang, Kamis (24/12/2020). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Peristiwa truk tronton melintas ke wilayah setempat bukan pertama kali ini terjadi. Menurut warga sekitar, Taufiq Afrian, peristiwa truk nyasar pernah terjadi tahun 2019 lalu gegara mengikuti Google Maps.

"Suda dua kali ini terjadi di sini, truk nyasar karena mengandalkan Google Maps. Jalan ini jalan kecil, kalau truk tronton seharusnya tidak masuk sini," kata Taufiq.

"Saat itu, sama, penuturan pengemudi mengandalkan petunjuk dari Google Maps. Cuma saat itu, jembatan tidak patah dan roboh seperti ini. Jembatan hanya miring. Itupun sudah diperbaiki," imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, gapura desanya yakni Desa Karanganom, rusak akibat dilintasi truk tronton.

"Kami berharap agar pihak yang terkait untuk memasang rambu-rambu, agar truk bertonase besar tidak melintas. Kalau jembatan sudah patah seperti ini warga dibuat repot," ujarnya.

Akibat patahnya jembatan ini, warga sekitar harus memutar sekitar 2,5 kilometer. Pantauan di lokasi siang ini, lokasi jembatan patah tampak dikerumuni warga yang penasaran.

(rih/rih)