ADVERTISEMENT

Pendatang di Klaten Wajib Rapid Test Antigen atau Dikarantina

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 14:37 WIB
Mobil PCR baru di Klaten
Mobil PCR baru di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Para pendatang maupun pemudik dari luar kota yang masuk ke area Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diwajibkan menunjukkan hasil rapid test antigen kepada Satgas di wilayah setempat. Bagi pendatang yang tidak menunjukkan keterangan bebas virus Corona (COVID-19), bakal dikarantina.

"Hasil rakor kemarin, kepada satgas kecamatan, desa, dan RW untuk mengaktifkan Jogo Tonggo. Bagi pemudik yang menginap untuk menunjukkan tes rapid antigen," kata Staf Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Reokmito pada detikcom, Rabu (23/12/2020).

Ron mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat agar tidak mudik ke Klaten selama pandemi virus Corona. Dia pun mewajibkan para pendatang menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen.

"Syaratnya harus menunjukkan surat rapid. Kalau tidak bisa menunjukkan hasil rapid antigen, akan dikarantina," tegas Roni.

Terpisah, Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo mengatakan pihaknya menerima satu mobil PCR dari pemerintah pusat. Mobil PCR itu akan digunakan untuk operasional pengendalian COVID-19.

"Mobil PCR ini akan digunakan untuk pengendalian COVID-19. Tapi untuk yang berkaitan dengan pemudik kita tetap gunakan rapid test (antigen)," jelas Cahyono saat ditemui di kantornya.

Cahyono menambahkan kasus Corona di Klaten per Selasa (22/12) malam, jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi COVID-19 di Klaten yakni 2.713 orang. Kemudian dari data itu dilaporkan ada 53 pasien dinyatakan positif Corona, 14 pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dinyatakan sembuh, dan 2 pasien Corona meninggal dunia.

"Dari 2.713 orang itu sebanyak 396 orang menjalani perawatan di rumah sakit/melakukan isolasi mandiri. (Total) 2.208 orang sembuh dan 109 orang meninggal dunia," jelas Cahyono.

Cahyono mengatakan kasus baru Corona itu berasal dari Juwiring 9 kasus, Wonosari 1 kasus, Wedi 6 kasus, Kemalang 1 kasus, Delanggu 3 kasus, Prambanan 4 kasus, Jogonalan 2 kasus, Kalikotes 12 kasus, dan Jatinom 2 kasus. Kemudian dari kawasan Trucuk 3 kasus, Cawas 1 kasus, Karangdowo 1 kasus, Klaten Utara 3 kasus, Ngawen 1 kasus, Tulung 1 kasus serta Polanharjo 2 kasus.

"Dari penambahan tersebut, 15 kasus di antaranya terpapar pada saat beraktivitas sehari-hari di Klaten sedangkan lainnya merupakan kontak erat dari kasus terkonfirmasi," pungkas Cahyono.

(ams/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT