Tarif Fantastis Prostitusi Artis TA Rp 75 Juta, Inikah Alasannya?

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 11:38 WIB
Ilustrasi razia miras, ilustrasi razia prostitusi, ilustrasi razia preman, ilustrasi razia narkoba, ilustrasi razia kendaraan, ilustrasi razia lalu lintas
Ilustrasi prostitusi. (Foto: dok detikcom)
Kudus -

Polisi menciduk artis sekaligus model majalah dewasa berinisial TA terkait kasus prostitusi di Bandung. Polisi juga mengungkap tarif TA sekali kencan senilai Rp 75 juta.

Sosiolog di IAIN Kudus, Dr. Masturin, M.Ag mengatakan fenomena tarif mahal ini merupakan cara untuk menaikkan kelas. Menurutnya dalam ilmu sosiologi ada yang namanya kelas sosial.

"Itu (tarif mahal) ingin naik menjadi kelas (yang lebih tinggi). Orang ingin berusaha cara apapun untuk menaikkan kelas sosialnya. Sama ketika prostitusi online dia ingin menaikan kelasnya maka ditempuh dengan jalan apapun itu dalam sosiologi, kelas sosial," kata Masturin saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2020).

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus itu menjelaskan dengan tarif mahal itu menjadikan naik kelas sosial. Sehingga ada daya tarik bagi penyedia jasa dan sebaliknya bagi pengguna jasa.

"Berarti untuk berusaha naik kelas, makanya saya ingin mengadakan pengguna jasa itu, kalau bisa menggunakan jasa itu kelas saya naik. Punya perasaan itu. Penyedia juga begitu ketika saya tarif ini kelas saya akan menjadi naik kelas sosialnya itu," ujarnya.

Masturin menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi yang dilakukan artis. Pertama adalah tren. Menurutnya zaman sekarang tren serba mudah sehingga dimudahkan untuk melakukan segala macam, termasuk prostitusi artis.

"Memang prostitusi artis itu pertama bukan faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang ke sekian. Pertama memang faktor tren, dalam ilmu sosiolog memang itu ada masanya. Itu masa atau tren melakukan online dengan cara apapun termasuk model prostitusi online mengikuti perkembangan zaman," urainya.

"Yang kedua kacamata sosiologi seperti perilaku itu memang tidak dibenarkan. Karena dalam ilmu sosiologi pikiran dan tindakan harus sesuai dengan kehendak umum atau sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Apabila perilaku tidak sesuai dalam masyarakat, dalam ilmu sosiologi berarti orang itu mengalami perbedaan dalam kehidupan masyarakat," sambung dia.

Simak video 'Artis TA yang Diciduk Polisi karena Kasus Prostitusi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya tentang motif ekonomi di balik prostitusi artis...

Selanjutnya
Halaman
1 2