Geger Rumdin-Hotel Wabup Pati Digeruduk dan Dilempari Batu

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 09:38 WIB
Olah TKP pengrusakan di hotel milik Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Minggu (13/12/2020)
Olah TKP perusakan di hotel milik Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. (Foto: dok Polres Pati)
Pati -

Rumah dinas dan hotel milik Wakil Bupati Pati Saiful Arifin digeruduk dan dilempari batu oleh massa. Salah seorang dari gerombolan penggeruduk itu ternyata sempat ditahan di Mapolres Pati, tapi kini sudah dibebaskan.

Peristiwa penggerudukan rumah dinas dan perusakan hotel itu terjadi Minggu (13/12) sekitar pukul 00.00 WIB. Massa mulanya menggeruduk rumah dinas Saiful di Jalan Pemuda, Pati, lalu massa bergerak ke Hotel Safin milik Saiful di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati Kota.

Di hotel berbintang tiga itu, massa mulai merusak sejumlah fasilitas di antaranya tanda keluar-masuk hotel, kaca kanopi, tulisan, dan lampu depan. Peristiwa itu sempat dilaporkan ke polisi.

"Di area depan Hotel Safin sekelompok orang sekitar 50 orang mengendarai kurang lebih 25 sepeda motor, berboncengan sambil berteriak-teriak dengan kata-kata PSG, PSG, PSG haram, dilakukan berulang-ulang," terang Kasat Reskrim Polres Pati AKP Sudarno dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Sudarno menerangkan rombongan lalu berhenti di hotel dan mulai melakukan perusakan. Massa melempari hotel tersebut dengan batu.

"Kemudian rombongan berhenti di depan Hotel Safin langsung melakukan perusakan fasilitas Hotel Safin dengan cara melempar menggunakan batu. Setelah melakukan pelemparan, sekelompok tersebut meninggalkan lokasi melaju ke arah timur," urainya.

Polisi sempat menangkap seorang tersangka berinisial RF alias EP terkait kasus pengrusakan tersebut. Namun, belakangan laporan itu dicabut sehingga tersangka dibebaskan.

"Tersangka 1 orang yang sudah berhasil diamankan RF alias EP, sudah ditahan. Namun kemudian pihak pelapor mencabut berkas pelaporan, sehingga dengan demikian kasus dihentikan," ujar Sudarno.

"Bila pelaporan di polisi dicabut, berarti selesai," sambungnya.

Sudarno menerangkan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material akibat perusakan hotel seperti tanda keluar-masuk hotel, kaca kanopi, tulisan hotel, dan lampu depan ditengarai mencapai Rp 25 juta.

General Manager Hotel Safin Udi Martono menjelaskan soal alasan di balik dicabutnya laporan kepada polisi.

"Walaupun ada kerugian materiil sekitar Rp 25 juta, demi persaudaraan dan kemanusiaan, kami mencabut laporan ke kepolisian dan tentunya itu juga atas petunjuk dari Pak Saiful Arifin selaku pemilik hotel," katanya, kemarin.

Udi mengatakan pencabutan laporan itu dilakukan untuk menjaga suasana tetap kondusif. "Sebenarnya pelaporan itu hanyalah sebagai pembelajaran agar di kemudian hari tidak terjadi lagi hal serupa, sehingga suasana Pati kondusif," ucap Udi.

Lihat juga video 'Detik-detik Pos Polisi di Gowa Dilempar Molotov':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya pernyataaan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin...

Selanjutnya
Halaman
1 2