Walkot Semarang Larang Pelaku Wisata-Restoran Gelar Perayaan Tahun Baru

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 22:19 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: dok Pemkot Semarang)
Semarang -

Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, tidak melarang tempat wisata ataupun restoran untuk buka saat liburan Natal dan Tahun Baru. Namun ia memperingatkan agar tidak menggelar event khusus hingga menimbulkan kerumunan.

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi, mengatakan bahwa pengelola tempat wisata ataupun tempat makan bisa membuka usahanya seperti biasa. Namun jika ada event khusus misal perayaan tahun baru, maka akan langsung ditutup.

"Tempat wisata masih boleh buka, restoran juga, hanya tidak boleh mengadakan kegiatan peringatan tahun baru. Perbolehkan cari rezeki dan mempekerjakan warga sesuai PKM (pembatasan kegiatan masyarakat)," kata Hendi di kantornya, Kamis (17/12/2020).

"Tidak boleh ada kegiatan khusus. Misal resto biasanya tutup jam 22.00 apa harus tutup (seharian)? Tidak. Tapi tidak boleh buat acara peringatan tahun baru. Ndak usah. Satpol akan datang, nutup. Kembang api apalagi," imbuhnya.

Hendi meminta agar warga Semarang tetap menaati protokol kesehatan dan juga bekerja sama dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Untuk itu tolong hargai upaya kami dengan saling kerja sama dan saling menjaga, agar semuanya berjalan baik dan lancar," ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis, mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya pengamanan serta pencegahan penyebaran COVID-19.

"Untuk mewaspadai adanya kemacetan juga kami siapkan Operasi Lilin yang akan dimulai pada 21 Desember besok karena dikhawatirkan terjadi pembeludakan wisatawan yang akhirnya akan berpotensi penyebaran COVID-19," kata Aulia usai rapat koordinasi di Balai Kota Semarang.

(alg/rih)