Ganjar Surati Bupati-Walkot, Larang Perayaan Tahun Baru Kecuali Virtual

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 21:29 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyurati Bupati/Wali Kota di Jateng yang berisi untuk tidak mengizinkan event perayaan tahun baru. Jika memang tetap ingin ada perayaan maka Ganjar meminta digelar virtual atau streaming.

Surat Gubernur Jateng dengan nomor 445/0017480 dikirim ke Kabupaten dan Kota dengan perihal antisipasi peningkatan COVID-19 di daerah. Poin pertama yaitu agar tidak mengizinkan perayaan atau event tahun baru. Serta tidak mengizinkan selebrasi kemenangan bagi daerah yang baru menggelar Pilkada.

"Mengirim surat kepada teman-teman Bupati/Wali Kota agar di liburan akhir tahun tidak ada perayaan. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada perayaan. Umpama pemerintah daerah memberi fasilitas streaming atau kerja sama dengan media atau televisi lokal, jadi bisa merayakan meski rasanya beda. Kalau kerumun-kerumun, tidak! " kata Ganjar di rumah dinasnya, Rabu (16/12/2020).

Dalam surat itu Ganjar juga meminta agar tidak dilakukan belajar tatap muka dan mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan bagi peserta didik. Ia juga mendorong penambahan ruang isolasi dan ICU.

Ganjar juga meminta dilakukan evaluasi untuk melakukan pembatasan-pembatasan di objek wisata, mal, restoran, dan tempat yang berpotensi keramaian.

"Kita minta semua, sekarang dievaluasi. Kita minta kontrol dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, Kepolisian, dan TNI untuk ada pembatasan-pembatasan (objek wisata, mal, restoran, dan pusat keramaian lain). Kalau itu sulit ditutup saja," ujarnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak perlu mudik. Jika memang harus terpaksa pulang kampung maka harus melakukan tes PCR atau antigen.

"Kita berharap tidak usah mudik. Seandainya masih bisa bertahan di tempat itu, usahakan semaksimal mungkin tinggal di sana untuk tidak bergerak. Kalau harus mudik maka kemarin Menko Marinves sudah memerintahkan semua yang pergi harus PCR dengan antigen. Inilah yang kita harapkan bisa mencegah atau mendeteksi secara dini mereka yang berpindah atau masuk itu betul-betul aman," imbuhnya.

(rih/rih)