Penutupan Perlintasan TKP KA Vs Mobil Patroli Disoal, Bupati Sragen Surati KAI

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 13:04 WIB
Perlintasan KA tanpa palang di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen ditutup pasca kecelakaan KA vs mobil patroli polisi, Senin (14/12/2020).
Penutupan perlintasan KA lokasi kecelakaan KA Brantas vs mobil patroli polisi-TNI di Sragen. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Warga setempat memprotes penutupan perlintasan KA lokasi kecelakaan KA Brantas Vs mobil patroli polisi-TNI di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Merespons hal ini, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati akan mengirim surat kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Kecelakaan itu kan tidak satu dua kali, sudah banyak merenggut nyawa. Sebenarnya penutupan itu dilakukan untuk menyelamatkan jiwa, tapi di satu pihak, kepentingan masyarakat yang melewati jalur tersebut harus memutar sejauh 3 kilometer," ujar Yuni, sapaan akrab bupati saat dihubungi detikcom, Kamis (17/7/2020).

Yuni melanjutkan, kejadian kecelakaan yang terjadi di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen itu menewaskan dua personel polisi dan seorang aparat TNI itu, membuat PT KAI dan Ditjen Perkeretaapian melakukan respons cepat dengan menutup perlintasan tersebut secara permanen.

"Sebagai alternatif solusi yang bisa kita lakukan, kami berkirim surat atas nama Pemda memohon kepada Direktur PT KAI dan Pak Dirjen (Perkeretaapian) untuk bisa membuka pintu kembali. Tapi tentu saja dilampiri dengan kesanggupan dari pemerintah desa untuk bisa menjaga 24 jam," jelasnya.

Jika permintaan tersebut diterima, lanjut Yuni, pihaknya akan meminta bantuan PT KAI dan Pemprov Jawa Tengah untuk membangun palang pintu kereta api dan pos penjagaan. Sementara petugas penjagaan menjadi tanggung jawab Pemkab Sragen dan pihak desa.

"Nanti relawannya dari pemerintah desa. Kalau yang jalan kabupaten kita (Pemkab) akan jaga 24 jam," kata dia.

Sebagai alternatif kedua, Pemkab Sragen akan meminta bantuan Dirjen Perkeretaapian untuk membuatkan underpass agar warga bisa melintas dengan aman. Selain itu, pihaknya juga akan meminta PT KAI untuk membongkar bangunan-bangunan sepanjang rel yang banyak disorot sebagai salah satu penyebab kecelakaan.

"Sebagai alternatif tadi adalah, ada jalan yang bisa digunakan untuk memutar lewat jalan desa semacam underpass. Selain itu kita juga bersurat kepada PT KAI agar bangunan-bangunan di sekitar rel bisa dibongkar karena menghalangi jarak pandang," paparnya.

Yuni menerangkan, di sepanjang wilayah Gemolong hingga Kalijambe terdapat tujuh perlintasan sebidang. Dua perlintasan merupakan jalan kabupaten, lima merupakan jalan desa. Dari ketujuh perlintasan kesemuanya tidak ada palang pintu.

Selanjutnya
Halaman
1 2