Bandel! Ada 36 Ribu Orang Langgar Prokes Corona di DIY Selama 3 Bulan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 21:06 WIB
Kawasan Tugu Pal Putih Yogya kini makin cantik tanpa kabel melintang, Rabu (16/12/2020).
Tugu Pal Putih Yogyakarta, Rabu (16/12/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyebut selama tiga bulan terakhir ini ada 36 ribu orang yang melanggar protokol kesehatan (prokes) virus Corona atau COVID-19. Karena itu, jelang libur akhir tahun Pemda DIY bakal menggencarkan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan Pemda DIY bersama kepolisian, TNI dan elemen masyarakat sudah menggelar berbagai operasi dan upaya penegakan hukum terhadap para pelanggar protokol kesehatan. Bahkan pelaksanaannya tidak hanya di dalam kota tetapi juga menyasar destinasi-destinasi wisata hingga event-event yang diselenggarakan masyarakat.

"Dan sampai dengan hari ini kita sudah menjaring berbagai berbagai kelompok dan orang yang melakukan pelanggaran yang dilakukan Satpol PP didukung TNI Polri," kata Aji melalui keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

"Setidaknya pada tiga bulan terakhir ini sudah menunjukkan angka cukup tinggi yakni hampir 36.000 orang, mereka yang terjaring ini tidak menerapkan protokol kesehatan," lanjut Aji.

Karena itu, dia berharap saat libur akhir tahun tidak terjadi peningkatan jumlah pelanggar prokes. Pemda DIY pun tidak segan-segan memberikan sanksi bagi pelanggar.

"Orang yang terjaring di operasi ini ada yang kita berikan sanksi ada yang kita berikan sanksi dalam bentuk peringatan dalam waktu kerja sosial dan lain-lain," ujarnya.

Dengan masih banyak orang yang terjaring ini, lanjutnya, menggambarkan bahwa disiplin penerapan prokes di masyarakat belum baik.

"Nah kalau disiplin belum baik, maka kemungkinan penularan COVID-19 itu akan terjadi lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap dengan kehadiran banyak orang di Yogyakarta saat libur akhir tahun menjadi cambuk agar pihak terkait menggencarkan penegakan prokes, guna mencegah penularan Corona.

"Maka mari kita tegakkan protokol kesehatan dan kami dari Pemda bersama TNI Polri akan lebih masif lagi melakukan berbagai operasi untuk mengingatkan dan meluruskan kalau ada hal-hal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok, maupun perorangan di daerah-daerah itu kita bisa melakukan penegakan hukum," imbuh Aji.

(rih/sip)