60% Kader PAN DIY Diklaim Pindah Haluan ke Partai Ummat

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 17:53 WIB
Partai Ummat duduki kantor DPW PAN DIY.
Kantor PAN DIY yang disulap jadi markas Partai Ummat di Kota Yogyakarta, Selasa (15/12/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Partai Ummat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut sebagian besar kader PAN DIY pindah ke partai anyar besutan Amien Rais ini. Jumlah kader yang pindah ke Partai Ummat disebut mencapai 60 persen dari total kader PAN di DIY.

"Sebagian besar pindah ke Partai Ummat, lebih dari 60 persen tapi untuk anggota dewannya belum. Sehingga kepengurusan Partai Ummat DIY rata-rata eks pengurus DPW PAN DIY," kata Person in Charge (PIC) Partai Ummat di DIY, Nazaruddin, kepada wartawan di Kantor Partai Ummat DIY, Jalan Ngeksigondo No 5, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Selasa (15/12/2020).

Nazaruddin mengungkapkan, sempat ada sejumlah anggota dewan dari fraksi PAN di beberapa daerah yang ingin hijrah ke Partai Ummat. Namun hal itu tidak terealisasi karena beberapa alasan.

"Karena minta izin (Amien Rais) maka beliau melarang. Jangan, nanti aja. Yang penting bisa komit terhadap perjuangan dan nanti pada saatnya baru bergabung. Biarlah yang di luar dewan ini kita yang merintisnya dulu," ucapnya.

Terlebih, dia menyebut jika pendiri Partai Ummat yakni Amien Rais sendiri berpesan terkait migrasi besar-besaran ini. Terutama kepada para kader PAN yang kini duduk di kursi dewan, termasuk putra-putrinya, Hanum Rais dan Baihaqy Rais.

"Pak Amien menyampaikan bahwa teman-teman yang sekarang ini jadi anggota legislatif karena Anda dulu dipilih oleh rakyat, konsentrasi berkhidmat untuk mewakili masyarakat. Nanti pada saatnya, kalau harus bergabung ya nanti kita minta bergabung," katanya.

Sementara itu terkait siapa saja yang pindah ke Partai Ummat, Nazaruddin menyebut antara lain mantan Sekretaris DPW PAN DIY, Tutiek Masria dan eks Bendahara Marthia Adel Heida.

"Termasuk beberapa yang tidak bisa hadir ada mantan pengurus DPW PAN lainnya. Istilahnya, bedol desa, bedol rumah. Tidak hanya kantor, tapi orang-orangnya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2