Banyak yang Tak Nyoblos Saat Pilkada Solo, KPU Keluhkan Koordinasi RS

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 18:22 WIB
Untuk menyemarakan Pilwakot Kota Solo sebuah TPS 039 di Dukuhan Nayu RW 21 Kelurahan Banjarsari Solo melakukan pemungutan dengan tema Sadar PROKES. Petugas pemungutan suara menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat.
Untuk menyemarakan Pilwakot Kota Solo sebuah TPS 039 di Dukuhan Nayu RW 21 Kelurahan Banjarsari Solo melakukan pemungutan dengan tema Sadar PROKES. (Foto: Kartika Bagus)
Solo -

Angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada Solo 2020 diyakini tidak menembus target KPU nasional yang sebesar 77 persen. Selain alasan pandemi COVID-19, KPU Solo juga mengeluhkan koordinasi dengan rumah sakit yang kurang lancar.

"Kalau saat ini masih proses rekapitulasi, belum bisa diketahui pasti. Tapi berdasarkan pengamatan, partisipasi pemilih sekitar 70 persen, tidak memenuhi target 77 persen," kata Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat dijumpai di kantor KPU Solo, Kamis (10/12/2020).

Nurul menyebut sebelum Pilkada 2020 digelar, pihaknya telah menyurati 20 rumah sakit untuk memastikan pasien bisa menggunakan hak pilihnya. Namun, tak semua surat itu dibalas sehingga hanya ada puluhan pasien yang menggunakan hak pilihnya saat Pilkada Solo kemarin.

"Dari 20 rumah sakit itu yang membalas surat dan memberikan data hanya beberapa. Akhirnya kita hanya melayani 40 orang," kata dia.

Dia menambahkan petugas KPPS juga melayani masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Namun ada yang menolak memberikan suaranya di Pilkada Solo.

"Semua yang isolasi mandiri pasti dilayani, tapi tidak semua menggunakan haknya. Ada yang memang menolak," terangnya.

Saat ini rekapitulasi suara di tingkat kelurahan masih terus berjalan. Dilihat di laman KPU, Kamis (10/12) per pukul 16.27 WIB, data Pilkada Solo baru masuk 54,51 persen.

Paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa mendapatkan 121.734 suara atau 86,5 persen. Sedangkan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) mendapatkan 19.046 suara atau 13,5 persen.

"Website sempat down. Tapi proses rekapitulasi terus berjalan, harusnya sudah lebih dari itu," jelasnya.

(ams/sip)