Pilkada 2020

Ketua Bawaslu RI Ungkap Ada Petugas KPPS Coblosi Surat Suara

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 15:13 WIB
Ketua Bawaslu RI Abhan (tengah) bersama komisioner Bawaslu Solo, Kamis (10/12/2020).
Ketua Bawaslu RI Abhan (tengah) bersama komisioner Bawaslu Solo, Kamis (10/12/2020). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengungkap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada 2020. Pelanggaran tersebut antara lain adanya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mencoblosi surat suara.

Abhan mengatakan ada pula bentuk pelanggaran lain, yaitu pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali. Selain itu, ada warga yang tidak memiliki hak suara namun ikut mencoblos.

"Ada yang menggunakan hak pilih lebih dari satu, ada yang pakai hak pilih orang lain. Ada (petugas) KPPS mencoblos surat suara, KPPS membagikan surat suara kepada saksi untuk dicoblos," kata Abhan saat berkunjung di kantor Bawaslu Kota Solo, Laweyan, Solo, Kamis (10/12/2020).

Abhan tidak menjelaskan secara rinci lokasi petugas KPPS yang mencoblosi surat suara tersebut. Namun dia menyebut pelanggaran secara umum dilaporkan terjadi di 43 tempat pemungutan suara (TPS) di Indonesia.

Atas pelanggaran itu, 43 TPS tersebut berpotensi untuk digelar pemungutan suara ulang (PSU). Saat ini Bawaslu sedang melakukan kajian.

"Memang ada beberapa daerah yang potensi ada PSU, kita sedang kaji untuk beberapa rekomendasi. Tapi tidak banyak," kata dia.

Adapun 43 TPS itu ada di Agam, Banggai, Barito Selatan, Binjai, Bungo, Gunung Kidul, Indramayu, Bolaang Mongondow Timur, Labuhanbatu Utara, dan Malang. Kemudian Tolitoli, Kapuas Hulu, Kota Bukit Tinggi, Kota Jambi, Kotamobagu, Kota Makassar, Palangka Raya, Kota Sawah Lunto, Kutai Timur, Melawi, Minahasa Utara, dan Musi Rawas Utara. Selanjutnya Nabire, Pangkajene Kepulauan, Parigi Moutong, Pasaman, Seram Bagian Timur, Sungai Penuh, Tangerang Selatan, dan Tana Datar.

Abhan menambahkan, meski ada pelanggaran, dia menilai secara umum pelaksanaan Pilkada serentak 2020 berlangsung lancar. Terkait protokol kesehatan, kata dia, masyarakat tertib menjalankan prosedur.

"Secara umum pelaksanaan pilkada kemarin berjalan lancar. Kekhawatiran Pilkada terjadi kerumunan dan menimbulkan klaster, alhamdulillah kesadaran masyarakat cukup tinggi. Apresiasi kepada masyarakat yang tertib," tutupnya.

(rih/ams)