Pemkab Gelar Hitung Cepat, Bupati Petahana Klaten Menang Raih 50% Suara

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 21:18 WIB
Desk Pilkada Pemkab Klaten gelar hitung cepat Pilkada Klaten, Rabu (9/12/2020).b
Desk Pilkada Pemkab Klaten gelar hitung cepat Pilkada Klaten, Rabu (9/12/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemkab Klaten menggelar hitung cepat perolehan suara Pilkada 2020 melalui Desk Pilkada. Proses hitung cepat telah rampung dengan hasil Bupati petahana Sri Mulyani menang Pilkada Klaten dengan mengantongi 50,19 persen suara.

"Ini sementara dan hasil resmi nanti tetap dari KPU. Hasil ini dari teman-teman di kecamatan, kita input dan kecamatan datanya dari desa-desa," ujar Sekretaris Desk Pilkada Pemkab Klaten, Dodi Hermanu, kepada wartawan.

Hal ini disampaikan Dodi kepada wartawan di Posko Desk Pilkada Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (9/12/2020).

Dari hasil perhitungan Desk Pilkada yang diketuai oleh Sekda Klaten ini tampak perolehan suara tiga paslon di Pilkada Klaten masing-masing Sri Mulyani-Yoga Hardaya mendapatkan 375.842 suara (50,19 persen), One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI) 244.808 suara (32,61 persen) dan Arif Budiyono-Harjanto (ABY-HJT) 128.236 suara (17,12 persen).

Pantauan detikcom di posko Desk Pilkada, jumlah suara sah sebanyak 748.886 suara dari 26 kecamatan. Pasangan Sri Mulyani dan Yoga Hardaya hanya kalah di tiga kecamatan, yaitu Klaten Utara, Kalikotes dan Prambanan.

Di Kecamatan Klaten Utara dimenangkan pasangan ABY-HJT dengan perolehan 10.995 suara. Di Kecamatan Kalikotes dan Prambanan dimenangkan oleh pasangan ORI.

"Ya ada selisih (antara Desk Pilkada dengan penghitungan KPU) tapi biasanya tidak banyak. Hasil ini untuk intern Pemkab saja," lanjut Dodi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kepala Kantor Kesbangpol Klaten ini.

Dodi menjelaskan data ini diperoleh dari Kasi Trantib di 26 kecamatan. Sedangkan Kasi Trantib ini mendapatkan data dari pemdes melalui PPS. Dalam kesempatan ini, Dodi mengungkap Pilkada Klaten sejauh ini berjalan lancar dan aman.

"Harapannya aman dan damai sehingga tidak mempengaruhi pembangunan dan silaturahmi. Desk (Pilkada) akan mengikuti sampai selesai tahapan dan kita tetap koordinasi dengan KPU," pungkas Dodi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Klaten, Syamsul Huda, menambahkan pihaknya mempersilakan sejumlah pihak menggelar hitung cepat.

"KPU mempersilakan saja hitung cepat. Intinya KPU mengikuti tahapan, jadwal kami rekap di kecamatan tanggal 10-14 dan di kabupaten tanggal 14-17 Desember, dan sebelum itu kita tidak komentar apa-apa," terang Syamsul saat dihubungi detikcom.

(sip/rih)