Bawaslu Telusuri Dugaan Istri Bupati Sleman Pakai Bansos untuk Kampanye

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 17:37 WIB
Logo Bawaslu, gedung Bawaslu, ilustrasi gedung Bawaslu
Ilustrasi Bawaslu. Foto: Zunita Putri/detikcom
Sleman -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman menelusuri dugaan istri Bupati Sleman Sri Purnomo, Kustini Sri Purnomo, memakai bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial untuk kampanye Pilkada 2020. Diketahui, Kustini maju sebagai calon Bupati Sleman berpasangan dengan calon Wakil Bupati Danang Maharsa.

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan tentang dugaan penggunaan bansos Kemensos oleh salah satu paslon pada Senin (7/12).

"Kemarin kita menerima laporan dari warga Sleman dan sudah kita terima laporannya, hari ini baru melengkapi berkas," kata Ibnu saat dihubungi wartawan, Selasa (8/12/2020).

"Kita menerima laporan warga dengan inisial D, sudah kita terima laporannya, hari ini baru melengkapi berkas," sambungnya.

Pihaknya kini tengah berproses untuk mengkaji laporan itu. Ia menyebut dalam berkas pelapor turut dilampirkan foto kegiatan pembagian bansos Kemensos.

"Sekarang ini kita sedang berproses untuk melakukan penanganan. Laporan itu yang dilampirkan ada foto, banyak foto kegiatan, foto pembagian bansos Kemensos," katanya.

Ibnu menjelaskan pelapor mengadukan dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh paslon nomor urut 3 yaitu pasangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.

"Diduga dilakukan oleh paslon nomor urut 3 (Kustini-Danang). (Dari berkas pelapor) ada foto paslon (nomor urut 3) saat kegiatan itu," jelasnya.

Berdasarkan aduan pelapor, dugaan pelanggaran pemilu itu terjadi di Kapanewon Gamping sekitar bulan November lalu. Pihaknya akan segera mengagendakan pemeriksaan saksi dari pihak pelapor.

"Saksi dari pelapor ada 2 orang. Dugaannya itu terjadi di Gamping kejadiannya 22 November 2020," ungkapnya.

Dijelaskan Ibnu, kasus ini termasuk dalam dugaan tindak pidana pemilih. Namun, pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Dugaan tindak pidana pemilih. Kita lakukan kajian awal, nanti akan kita plenokan dan kita punya waktu 2 hari," jelasnya.

"Hasil laporan itu kalau memenuhi (unsur dan syarat) kita lanjut kalau tidak memenuhi kita jadikan informasi awal untuk melakukan penelusuran," pungkasnya.

Sementara itu, pelapor mengaku telah melaporkan dugaan tindak pidana pemilu ini ke Bawaslu Sleman.

Selanjutnya, pengakuan pelapor...