Teror Miliaran Semut di Banyumas Belum Berakhir!

Arbi Anugrah - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 12:36 WIB
Teror miliaran semut di Banyumas belum berakhir, Sabtu (5/12/2020).
Teror miliaran semut di Banyumas belum berakhir, Sabtu (5/12/2020). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas -

Teror miliaran semut di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, ternyata belum berakhir. Padahal sudah hampir tiga pekan semut berjenis Tapinoma sessile atau lebih dikenal dengan nama semut Bau tersebut disemprot pestisida oleh warga.

"Ya masih banyak, paling jumlah yang mati 5 persen setelah penyemprotan massal itu. Di pohon-pohon masih utuh masih seperti semula, masih bertelur, tidak ada pengurangan sedikit pun," kata salah satu warga Desa Pageraji, Hidayat, kepada detikcom, Sabtu (5/12/2020).

Dia mengatakan bahwa warga selalu rutin melakukan penyemprotan sekitar tiga hari sekali menggunakan pestisida yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun jika setelah tiga hari tidak dilakukan penyemprotan, semut tersebut kembali muncul dan masuk ke rumah-rumah warga.

"Untuk di rumah-rumah setelah penyemprotan untuk satu dua hari aman, nanti datang lagi, kita semprot lagi. Ya untuk yang di rumah (aman) tapi untuk yang di kebun kebun masih utuh, masih seperti semula belum ada perubahan. Cuma yang di rumah-rumah setelah habis disemprot 2-3 hari aman. Tapi setelah 3 hari harus disemprot lagi kalau tidak nanti datang lagi nyerang terus," jelasnya.

Biasanya, lanjutnya, warga datang ke BPBD Banyumas untuk mengambil dua jenis obat pembasmi serangga yang disatukan menjadi 6-10 paket. Tapi itu pun dianggapnya masih kurang cukup untuk menyemprot ke rumah warga yang terdampak teror semut hampir 40 rumah.

"Mungkin karena BPBD sibuk dengan COVID-19, sibuk dengan bencana-bencana yang lain, jadi mungkin akhirnya warga sendiri yang menangani. Cuma kita tetap dapat suplai obat (pestisida) dari BPBD, cuma belum berkurang secara signifikan," ujarnya.

Petugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut di Desa Pageraji, BanyumasPetugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut di Desa Pageraji, Banyumas, Minggu (15/11/2020) Foto: Arbi Anugrah/detikcom

"Usul kita, BPBD menambah jumlah obatnya, kita kadang datang ke sana dikasih 6 sampai 10 paket, padahal banyak banget (semutnya). Kalau sekedar 6 atau 10 hanya cukup untuk beberapa rumah, ini hampir 3 mingguan dari penyemprotan massal itu, padahal prediksi bupati 1 bulan selesai," lanjutnya.

Dia berharap jika wabah semut yang meneror warga RT 3 RW 3 Desa Pageraji segera selesai. Sehingga warga dapat beraktivitas seperti biasanya.

"Keinginannya ya wabah semut ini segera tuntas, setidaknya bisa dikendalikan tidak mengganggu warga, tidak mengganggu para petani, penderes," ucapnya.

Diketahui, teror semut di Desa Pageraji, Cilongok, Banyumas, bermula di tahun 2017. Saat itu warga melihat banyak semut berdatangan dari arah lokasi penggergajian kayu lalu merambati benda-benda di pekarangan warga. Tak terduga, semut-semut itu kini berubah menjadi teror yang meresahkan.

Selanjutnya, kesaksian warga soal awal mula teror miliaran semut...