Round-Up

6 Fakta Viral Video Aiptu H Ancam FPI-Habib Rizieq

Robby Bernardi - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 11:33 WIB
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Moch Irwan Susanto, saat konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis (3/12/2020).
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Moch Irwan Susanto, saat konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis (3/12/2020). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Kota Pekalongan - Sebuah video yang menayangkan seorang oknum polisi ancam Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Syihab viral di aplikasi pesan dan media sosial. Oknum polisi itu diketahui pria berinisial H dan berpangkat Aiptu.

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, Aiptu H menceritakan pengalamannya berhadapan dengan FPI hingga lontaran ancaman terhadap Habib Rizieq.

Berikut 6 fakta viral video Aiptu H ancam FPI-Habib Rizieq, seperti dirangkum detikcom:

1. Aiptu H anggota Polres Pekalongan Kota

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Moch Irwan Susanto, membenarkan bahwa pria yang ada di video viral tersebut adalah anggotanya.

"Pangkatnya Aiptu, inisial H, yang bersangkutan di kesatuan tahanan dan barang bukti (Tahti)," jelas Irwan, Kamis (3/12/2020).

2. Pelaku mangkir dari tugasnya beberapa hari

Irwan mengungkapkan sebelum video ancaman terhadap Habib Rizieq viral, Aiptu H mangkir dari tugas dinasnya selama beberapa hari.

"Pelaksanaan tugasnya kita evaluasi. Kenapa yang bersangkutan tidak masuk, kemudian tidak kerja pada kesatuan," kata Irwan.

3. Aiptu H diperiksa kondisi kejiwaannya

Irwan menyebutkan pihaknya menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi kejiwaan Aiptu H.

"Namun di awal, kami telah melakukan upaya-upaya, salah satunya mendatangkan kedokteran, ahli kejiawaan, psikologisnya," ujar Irwan.

4. Propam Polda Jateng turun tangan melakukan investigasi

Irwan mengaku bahwa Aiptu H telah menjalani pemeriksaan awal di Polres Pekalongan Kota. Namun saat ini kasus ditangani oleh Polda Jateng.

"Pelaksanaan tugasnya kita evaluasi. Dalam rangka evaluasi itu, kami turunkan tim kami dari Propam Polres. Sekarang perkaranya dilimpahkan ke Propam Polda Jateng," jelasnya.

5. Polisi berkoordinasi dengan ulama

Sebagai antisipasi adanya gejolak pada masyarakat karena video viral tersebut, Polres Pekalongan Kota dan Forkopimda langsung berkoordinasi dengan para ulama untuk bersama-sama menyejukkan suasana Kota Pekalongan

"Setelah kejadian itu, kami bersama Bapak Dandim dan Forkopimda, berkoordinasi dengan ulama dan ustaz di Kota Pekalongan. Alhamdulillah atas kedewasaan bersama-sama, menyikapi dengan bijak," jelas Irwan.

6. FPI Kota Pekalongan angkat bicara soal ancaman Aiptu H

Adanya video viral tersebut mendapat respons dari DPW FPI Kota Pekalongan. FPI meminta agar proses hukum terus berjalan dengan transparan. FPI juga meminta adanya jaminan bahwa perkara tersebut berjalan sesuai dengan jalur hukum yang ada. Selain itu pihaknya juga meminta agar kepolisian melakukan klarifikasi secara terbuka pada masyarakat terkait isi video yang berisi ancaman terhadap FPI dan Habib Rizieq.

"Ya kita serahkan pada aparat kepolisian. Secepatnya memberikan klarifikasi terbuka pada masyarakat, karena bagaimanapun juga Habib Rizieq saat ini bukan lagi simbol bagi kepemilikan organisasi FPI, tapi beliau sudah dimisbahkan menjadi pemimpin umat sehingga tentunya yang merasa geram bukan saja anggota FPI tetapi umat secara umum," kata Ketua DPW FPI Kota Pekalongan Ustaz Abu Ayas saat dihubungi wartawan, Kamis (3/12/2020).

Selanjutnya, isi video Aiptu H ancam FPI dan Habib Rizieq...

Selanjutnya
Halaman
1 2