Erupsi Gunung Semeru Terkait Gunung Merapi? Ini Kata Mbah Rono

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 15:18 WIB
Surono alias Mbah Rono
Surono alias Mbah Rono (Foto: dok. detikcom)
Sleman -

Gunung api di Indonesia kini mulai menggeliat dan menunjukkan peningkatan aktivitas. Setelah Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Tengah, ada Gunung Semeru (Jawa Timur), Sinabung (Sumatera Utara), dan Ili Lewotolok (NTT).

Pengamat vulkanologi, Surono, menjelaskan aktivitas gunung api yang menunjukkan peningkatan dalam waktu yang hampir bersamaan merupakan suatu kebetulan semata. Pria yang karib disapa Mbah Rono itu, menyebut tak ada kaitan antara gunung-gunung yang bergeliat itu.

"Menular begitu? Nggak. Ya kebetulan aktif aja," ujar Mbah Rono saat dihubungi wartawan, Rabu (2/12/2020).

Saat ini, banyak masyarakat yang mengaitkan peningkatan aktivitas di gunung lain dengan Gunung Merapi. Mbah Rono menegaskan tak ada kaitan antara Gunung Merapi dengan peningkatan aktivitas gunung lainnya. Menurutnya setiap gunung punya sistem sendiri.

"Kebetulan saja ya namanya gunungnya banyak. Kalau Merapi mau nular ya yang deket saja ngapain jauh sampai ke Semeru. Kan ada (yang dekat Semeru) Arjuno-Welirang, tidak akan menular. Tidak ada kaitan, kebetulan saja," tegasnya.

Mbah Rono menerangkan aktivitas Merapi sudah meningkat sejak lama. Termasuk juga peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

"Merapi sudah dari kemarin-kemarin (meningkat aktivitasnya), kemudian Semeru memang sudah lama meletus-meletus terus. Ili Luwotolok sudah lama itu, lama banget tahun 1953 ada aktivitas tapi tidak ada letusan. Sekarang meletus ya wajar saja, kebetulan saja," sebutnya.

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu pun mengingatkan terkait kemungkinan letusan Gunung Ili Lewotolok NTT. Kedua, potensi tumpukan material awan panas guguran di sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, dan terakhir Gunung Merapi.

"Sekarang yang harus diwaspadai kemungkinan meletus Lewotolok itu nomor 1. Nomor 2 ya mungkin besar Semeru yang waspada sungainya ada tumpukan awan panas guguran jangan cepat-cepat diambil tapi nanti (karena) masih panas," terangnya.

"Yang ketiga mungkin Merapi lah. Kasihan itu yang dalam pengungsian (akan) lama. Karena saya melihat Merapi belum akan meletus dalam waktu dekat," jelas Mbah Rono.

Untuk diketahui, Gunung Lewotolok, NTT, erupsi pada Minggu (29/11). Kemudian gunung tersebut kembali erupsi pada Senin (30/11) pukul 23.20 WITA dengan mengeluarkan abu setinggi kurang lebih 700 meter dari atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.

Kemudian Gunung Semeru erupsi pada Selasa (1/12) pukul 00.10 WIB. Semburan awan panas tersebut meluncur hingga 1 km dari puncak, mengalami guguran lava sebanyak 13 kali, dengan jarak luncur sejauh 300-1.500 meter. Beruntung semburan awan panas ini jauh dari permukiman warga.

(ams/rih)