Jumlah Guru Wafat Kena Corona di Sebuah SMPN Kudus Tambah Jadi 3

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 12:57 WIB
poster
Ilustrasi pandemi virus Corona (Foto: Ediwahyono)
Kudus - Dua guru di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah meninggal dunia terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Jumlah guru yang meninggal dunia positif virus Corona di sekolah itu kini bertambah satu.

"Betul yang satu lagi (guru yang meninggal dunia saat hasil swab-nya belum keluar) saat ini sudah keluar hasilnya terkonfirmasi positif (virus Corona)," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi kepada detikcom lewat pesan singkat, Rabu (2/12/2020).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus melaksanakan tracing terkait kontak erat tiga guru tersebut. Hasilnya, ada 40 orang yang menjalani tes swab pada Selasa (1/12).

"Hasilnya (hasil tes swab kepada puluhan guru) belum keluar," lanjut Andini.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Jekulo Kudus, Emy Ruyanah, telah mengungkap ketiga guru tersebut meninggal dunia masing-masing hanya berselang hitungan hari yakni pada 23 November, 29 November, dan 30 November 2020.

Sedangkan Kepala SMP 3 Jekulo, Wiwik Purwati, sebelumnya juga mengungkap dua guru yang pertama kali diketahui meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif virus Corona memiliki penyakit penyerta.

"Ada bu guru, satu meninggal dunia kemarin, yang satu Minggu kemarin.Yang meninggal, sudah punya sakit penyerta," jelas Wiwik kepada wartawan di SMP 3 Jekulo, Selasa (1/12).

Diwawancara terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, menuturkan sudah meminta kepada pihak sekolah untuk membuat kronologi penyebaran virus Corona di sekolah tersebut. Termasuk terkait dengan kegiatan belajar mengajar tatap muka atau sekolah tatap muka akan masih dikaji lagi.

"Kita suruh buat kronologinya. Nanti kita kontak suruh buat kronologinya. Sedangkan rencana tatap muka kita tetap harus izin kepala daerah dan orang tua. Kebijakan bupati dan orang tua nanti akan kita ikuti," kata Harjuna kepada wartawan di kantor dinasnya, kemarin. (sip/mbr)