2 Guru di Sebuah SMP Negeri Kudus Wafat Terpapar Corona

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 13:13 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Kudus -

Dua orang guru di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meninggal dunia terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Selain dua guru tersebut, terdapat seorang guru lain di sekolah tersebut yang meninggal dunia dengan hasil swab yang masih belum keluar.

"Dua guru yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Corona, dan ada satu guru meninggal dunia hasil swab-nya belum keluar," kata Kepala Puskesmas Jekulo, Emy Ruyanah, kepada wartawan di SMP Negeri 3 Jekulo turut Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo, Selasa (1/12/2020).

Emy mengatakan kedua guru yang positif virus Corona itu berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

"Hasil swab dua (guru) sudah keluar hasilnya terkonfirmasi, ada yang satu (yang meninggal dunia swab belum keluar). Keduanya yang meninggal ada penyakit lain juga. Tidak murni, kebanyakan untuk penyakit penyerta. Usianya 50-an. Ada jantung, diabetes, sama hipertensi," jelas Emy.

Sementara itu, untuk melacak penularan virus Corona, puluhan guru mengikuti tes swab. Tracing juga dilakukan kepada keluarga guru yang meninggal kena Corona tersebut.

"Ini (tes swab) hanya untuk pencegahan luasan (penyebaran virus Corona). Semua ada 50 guru, yang dites swab ada 40 orang. Karena sudah ada yang tes swab sendiri, tetep kita periksa," kata Emy.

"Tracing kita segera cegah, supaya tidak meluas. Setelah ini kita telurusi sampai keluarga sedangkan untuk siswanya selama ini kegiatan belajar mengajar melalui daring," sambungnya.

Kepala SMP 3 Jekulo, Wiwik Purwati, dua guru yang terkonfirmasi positif virus Corona itu meninggal dunia masing-masing pada Senin (23/11) dan Minggu (29/11). Kemudian seorang guru yang hingga kini hasil swab-nya belum keluar meninggal dunia pada Senin (30/11).

"Ada bu guru, satu meninggal dunia kemarin, yang satu Minggu kemarin.Yang meninggal, sudah punya sakit penyerta," jelas Wiwik kepada wartawan di SMP 3 Jekulo.

"Ya semoga ketiga (guru) diampuni oleh Allah, husnul khotimah, dan lainnya diberikan kekuatan," lanjutnya.

Diwawancarai terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, mengatakan saat ini pihaknya tengah meminta sekolahan tersebut membuat kronologi meninggalnya dua guru dengan status positif virus Corona. Selain itu, kata Harjuna, rencana pembelajaran tatap muka atau sekolah tatap muka masih akan dikaji.

"Nanti kita tetap harus izin kepala daerah dan orang tua. Kebijakan bupati dan orang tua kita akan ikuti," Harjuna kepada wartawan di ruang kerjanya hari ini.

(sip/ams)