Banyumas Tak Perketat Perbatasan Meski Zona Merah, Bupati: Tak Efektif

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 20:35 WIB
Bupati Banyumas, Achmad Husein memberi penjelasan terkait Virus Corona, Senin (16/3/2020).
Bupati Banyumas, Achmad Husein, Senin (16/3/2020). (Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi salah satu dari total 50 daerah yang masuk zona merah virus Corona atau COVID-19 di Indonesia. Terkait hal ini, Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku belum berencana untuk memperketat area perbatasan yang menjadi akses keluar-masuk pendatang ke Banyumas.

"Tidak ada (pengetatan perbatasan), itu tidak efektif," kata Husein lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Husein menyebut pihaknya lebih fokus untuk menangani pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid.

"Konsentrasi perlindungan komorbid," ujarnya.

Saat ditanya lebih lanjut, Husein menyebut pihaknya bakal mengidentifikasi orang usia rentan dengan komorbid. Caranya dengan menempelkan stiker di rumah orang tersebut.

"Setiap rumah yang ada komorbid dikasih stiker besar, dan yang di dalam rumah semua harus selalu pakai masker, setiap komorbid ada yang mengampu. Dikasih lagi masker gratis," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan jumlah kasus kumulatif Corona sejak pandemi hingga Senin (30/11) pukul 22.00 WIB tercatat ada 2.057 kasus.

"Dari jumlah tersebut diketahui sebanyak 1.136 orang telah sembuh, 78 orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit, rumah karantina, dan isolasi mandiri," ucap Sadiyanto.

Selain itu, pihaknya juga menambah kapasitas tempat tidur di ruang isolasi di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kabupaten Banyumas. Selain menambah tempat tidur di rumah sakit, Pemkab Banyumas juga menambah tempat karantina di Baturraden, yakni Pondok Slamet, Balai Diklat, Wisma Wijayakusuma, dan Hotel Rosenda.

"Kami sudah koordinasi dengan rumah sakit untuk dibantu penambahan tempat isolasinya. Sekarang sebenarnya sudah ada 400 tempat tidur untuk isolasi," terangnya.

(ams/rih)