SMP di Jepara Jadi Klaster, Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jateng Dievaluasi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:46 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Belasan siswa dan pengurus sebuah SMP swasta di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 setelah sempat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka. Terkait hal itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka di wilayahnya akan dievaluasi.

"Tutup (sekolah yang jadi klaster), wes ora usah kesuwen pokoke (tutup, tidak usah lama-lama). Kita kasih kesempatan buka, tapi kalau begitu, ya tutup lagi begitu saja," ujar Ganjar kepada wartawan usai rapat koordinasi percepatan penanganan COVID-19 di ruang rapat Kantor Gubernur, Semarang, Selasa (1/12/2020).

Ganjar mengingatkan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat selama uji coba sekolah tatap muka. Dia meminta sekolah yang memiliki kasus virus Corona untuk segera menutup kegiatan sekolah tatap muka.

"Kita juga akan mengevaluasi, kalau ada (kasus Corona) tutup saja. Tidak usah ragu," tegasnya.

"Januari nanti bukan berarti merdeka belajarnya masuk bebas-bebas saja, iya tidak. Kita harus selektif," lanjut Ganjar.

Tidak hanya sekolah, Ganjar juga menyoroti tempat wisata. Jika terjadi kasus atau pelanggaran protokol kesehatan, maka lokasi wisata harus ditutup.

"Wisata kalau pengelolaannya begitu ya ditutup. Kondisi kayak gini kok," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jepara, Moh Ali, menyampaikan tes swab di sekolah tersebut berlangsung selama dua hari yakni Jumat (27/11) dan Sabtu (28/11). Ali menyebut ada 156 orang yang mengikuti tes swab.

"Jadi kemarin ada 156 orang yang menjalani tes swab. Mereka perangkat sekolah. Mulai siswa, guru, dan pengurus sekolahan," kata Ali saat dihubungi detikcom hari ini.

"Jadi sudah ada belasan, sekitar 15 orang ada siswa dan pengurus sekolah yang terkonfirmasi positif Corona," sambungnya.

Ali mengatakan kasus positif Corona dari klaster tersebut tidak bergejala. Saat ini pasien yang terkonfirmasi positif Corona diminta menjalani isolasi selama 14 hari.

"Kalau positif dekontaminasi, sementara isolasi mandiri selama 14 hari. Isolasi di rumah, karena kondisi sehat," ujarnya.

(sip/ams)