Telepon Luhut-Menkes, Ganjar Sanggah Kasus Corona Ngegas di Jateng

ADVERTISEMENT

Telepon Luhut-Menkes, Ganjar Sanggah Kasus Corona Ngegas di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 17:37 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: Pemprov Jateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghubungi sejumlah pejabat pemerintah pusat terkait penambahan kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Jateng. Ganjar menghubungi di antaranya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto hingga Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menjelaskan beda data kasus Corona antara pemerintah pusat dan Pemprov Jateng pada hari Minggu (29/11).

"Saya sampaikan kenapa data berbeda. Kemarin saya lagi di Jakarta. Info sudah sampaikan (melalui telepon) ke Pak Luhut, ke Pak Menkes. Sudah jawab akan diperbaiki. Pusdatin sudah ajak ngobrol, Pak Wiku (Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito) sudah ditelepon, Bu Dewi yang urus data dari satgas sudah telepon, untuk clearance dulu karena kita tidak segitu," jelas Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Kota Semarang, Selasa (1/12/2020).

"Memang ada data delay, tes tinggi dan tidak dipungkiri memang ada kenaikan, bukan tidak. Maka sampaikan ke teman-teman agar semua antisipasi," lanjut.

Ganjar kembali menjelaskan selain data delay juga ada data ganda. Sehingga angka penambahan kasus Corona di Jateng seolah tiba-tiba melonjak dalam sehari karena tercampur dengan data delay dan data ganda. Ia berharap ke depannya datanya bisa menggunakan sistem all new record.

"Maka kita minta satu saja di sistem new all record, titik. Tapi masih ada yang sifatnya manual, nah yang manual kan ndak bisa. Maka saran saya satu data real time yang sudah terkonfirmasi rilis saja terus diomongin, 'kami ada data delay sekian karena butuh konfirmasi' setelah itu diomongin lagi, 'penambahan sekian, real sekian dan hasil verifikasi kami kemarin ternyata temukan ada identitas tidak pas hasilnya tidak akurat terkonfirmasi betul maka saya tambahkan ke data delay'," jelas Ganjar.

"Jadi data real sekian dan data delay sekian maka angka itu tidak dibaca pertumbuhan detik itu, hari itu, jadi plus akumulasinya," sambungnya.

Meski menyanggah soal data pusat, tapi Ganjar membenarkan kasus Corona di Jateng memang meningkat. Dia mengungkap penyebabnya antara lain dimasifkannya tes COVID-19 dan libur panjang akhir bulan Oktober.

"Tidak melonjak kok, kalau dibilang dari 300, 500, 800, betul," kata Ganjar.

Untuk diketahui pada hari Minggu (29/11) lalu data Satgas COVID-19 pusat mencatat Jateng menyumbang penambahan kasus Corona tertinggi yaitu 2.063 kasus. Sedangkan Pemprov Jateng mencatat 844 kasus baru Corona pada hari yang sama. Penambahan kasus Corona di Jateng itu pun sempat mendapat sorotan Presiden Joko Widodo.

(rih/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT