2 Kali Ditunda, Pilkades Serentak Boyolali Akan Digelar 15 Desember

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:32 WIB
Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto, Kamis (26/11/2020).
Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto, Kamis (26/11/2020). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Setelah sempat ditunda beberapa kali, Pemkab Boyolali akhirnya melanjutkan proses tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap I 2020. Pilkades akan digelar usai Pilkada serentak 2020.

"Pilkades di Boyolali yang kemarin-kemarin sempat terhenti prosesnya, kita lanjutkan lagi dan nanti akan kita laksanakan pada tanggal 15 Desember 2020," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Ada 11 desa di Boyolali yang akan menggelar Pilkades tahun ini. Pelaksanaan Pilkades di 11 desa itu pun sempat tertunda dua kali. Pertama karena pandemi Corona atau COVID-19 serta penundaan kedua karena ada surat dari Mendagri yang meminta kepada Kepala Daerah untuk menunda pelaksanaan Pilkades serentak dan PAW (pemilihan Kades antar waktu), sampai selesainya penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2020.

Menurut Purwanto, dalam penyelenggaraan Pilkades nanti akan tetap digelar secara elektronik atau e-voting. Selain itu juga tetap dilakukan dengan protokol kesehatan secara penuh.

"Semua tetap pakai e-voting dan protokol kesehatan penuh. Jadi untuk pemilih pun nanti disediakan sarung tangan plastik untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi (penularan) COVID-19," kata Purwanto.

Pilkades pada 15 Desember nanti, lanjut dia, khusus untuk yang Pilkades umum. Sedangkan yang Pilkades PAW akan digelar di tahun 2021. Saat ini proses tahapan Pilkades dilanjutkan lagi dengan pemutakhiran data pemilik. Karena warga yang berusia 17 tahun pada tanggal 15 Desember 2020 atau sudah menikah, telah memiliki hak pilih.

Sebelas desa yang akan menggelar Pilkades yakni Desa Kalangan (Kecamatan Klego), Desa Suroteleng (Kecamatan Selo), Desa Ngenden (Kecamatan Ampel), Desa Babadan, Nglembu, Trosobo dan Desa Sambi (Kecamatan Sambi), Desa Ngablak (Kecamatan Wonosegoro), Desa Dologan (Kecamatan Karanggede), Desa Bawu dan Desa Klewor (Kecamatan Kemusu).

Diberitakan sebelumnya, Pilkades serentak tahap pertama di Boyolali yang rencananya bakal digelar 26 Agustus 2020 ditunda.

"Sebetulnya Boyolali pada tanggal 26 Agustus ini akan mengadakan pemilihan kepala desa di 11 desa 7 kecamatan. Tetapi dengan adanya surat dari Mendagri nomor 141/4528/SJ terkait penundaan pemilihan kepala desa serentak maupun PAW (pemilihan Kades antar waktu), kita tetap ikut aturan dari Kemendagri," kata Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto, ditemui usai rapat pelaksanaan Pilkades serentak di kantor Setda Boyolali, Selasa (11/8).

"Karena akan ada sanksi apabila kita melanggar aturan dari Menteri, terkait dengan itu kami Pemerintah Kabupaten Boyolali, sepakat untuk menunda Pilkades ini sampai sehabis Pilkada," sambungnya.

Surat Mendagri tertanggal 10 Agustus 2020 itu perihal penundaan pelaksanaan Pilkades serentak dan Pilkades Antar Waktu (PAW). Purwanto menyebut penundaan pelaksanaan Pilkades serentak dan PAW ini berkaitan dengan kegiatan strategis nasional yaitu Pilkada serentak 9 Desember 2020. Seluruh pihak harus mendukung program ini termasuk pemerintah daerah.

"Karena ada acara strategis nasional yaitu Pilkada, sehingga perlu adanya penundaan terkait pelaksanaan Pilkades langsung maupun PAW. Juga tidak kalah pentingnya untuk pencegahan penyebaran COVID-19, kita harus tetap menjaga supaya tidak berkembang," jelas Purwanto.

Sebelumnya, Pilkades serentak 2020 di Boyolali direncanakan digelar bulan Juni 2020. Namun karena pandemi Corona, pelaksanaan ditunda.

"(Pilkades) Dilaksanakan 26 Agustus (2020). Seharusnya dilaksanakan bulan Juni kemarin, tapi karena pandemi (Corona) akhirnya diundur," ujar Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto, Rabu (22/7).

(rih/ams)