Sempat Ditunda Gegara COVID-19, Pilkades Boyolali Digelar 26 Agustus

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 16:58 WIB
Kantor Dispermasdes Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020).
Kantor Dispermasdes Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tetap akan digelar di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19. Pemkab Boyolali menyiapkan sejumlah antisipasi agar Pilkades tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

"(Pilkades) Dilaksanakan 26 Agustus (2020). Seharusnya dilaksanakan bulan Juni kemarin, tapi karena pandemi (Corona) akhirnya diundur," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, Rabu (22/7/2020).

Pemkab Boyolali akan menggelar Pilkades serentak tahap pertama tahun 2020 itu di 11 desa. Seluruhnya akan dilaksanakan secara elektronik atau e-voting.

Sebanyak 11 desa yang akan menggelar Pilkades yakni Desa Kalangan (Kecamatan Klego), Desa Suroteleng (Kecamatan Selo), Desa Ngenden (Kecamatan Ampel), Desa Babadan, Nglembu, Trosobo dan Desa Sambi (Kecamatan Sambi), Desa Ngablak (Kecamatan Wonosegoro), Desa Dologan (Kecamatan Karanggede), Desa Bawu dan Desa Klewor (Kecamatan Kemusu).

"Pilkades dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan," kata Purwanto.

Di tempat pemungutan suara yakni di balai desa akan disediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hand sanitizer. Panitia juga menggunakan sarung tangan, masker, face shield atau pelindung wajah hingga pengaturan jarak antar pemilih. Kemudian untuk pemilih juga harus menggunakan masker dan tetap jaga jarak.

"Nanti setelah menggunakan hak pilih (secara eletronik), pemilih harus menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan," tandas dia.

Kedatangan para pemilih di balai desa, lanjut Purwanto, juga akan diatur. Sehingga warga tidak datang secara bersamaan di tempat pemungutan suara di balai desa. Hal ini agar tidak terjadi kerumunan di balai desa. Ruang Pemungutan Suara (RPS) pun akan ditambah.

"Nanti tingkat kedatangannya (pemilih) pun diatur, supaya tidak berjubel di balai desa. Mungkin waktunya yang akan mundur nanti, (biasanya) dari jam 07.00 WIB sampai jam 2 (14.00 WIB), mungkin nanti jam 07.00 WIB bisa sampai jam 4 (16.00 WIB)," jelas Purwanto.

Sedangkan jika ada warga setempat yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19, maka mereka untuk memberikan hak suaranya diberi waktu yang terakhir. Tetap dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Terkait untuk Desa Kalangan, Kecamatan Klego yang saat ini terdapat 7 kasus COVID-19, Purwanto berharap saat pelaksanaan Pilkades nanti semuanya sudah sembuh dan desa tersebut berstatus zona hijau. Namun jika belum, maka akan dicari cara agar Pilkades tetap berjalan, di sisi lain masyarakat tetap sehat tidak tertular COVID-19 serta tidak muncul klaster baru.

"Mudah-mudahan nanti saat Pilkades (Desa Kalangan) itu sudah selesai, dalam artian sudah sembuh semua. Kalaupun belum, nanti disiasati, yaitu tadi dengan protokol kesehatan dan dikawal petugas yang mau menggunakan hak suaranya," katanya.

(rih/rih)