Pilkada 2020

Periksa Oknum ASN, Bawaslu Wonogiri Temukan Bahan Kampanye Paslon

Aris Arianto - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 20:56 WIB
Camat Giritontro, Wonogiri, Fredy Sasono, Rabu (25/11/2020).
Camat Giritontro, Wonogiri, Fredy Sasono, Rabu (25/11/2020). (Foto: Aris Arianto/detikcom)
Wonogiri -

Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memeriksa oknum ASN, kepala desa (kades) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga menghadiri kegiatan konsolidasi salah satu paslon dalam Pilkada Wonogiri 2020. Salah satunya yang dimintai klarifikasi adalah Camat Giritontro, Fredy Sasono.

"Kami mengundang dari ASN, Kades, KPPS, maupun penyelenggara kegiatan konsolidasi partai di Giritontro. Materinya seputar kehadiran mereka di kegiatan itu dan isi kegiatan tersebut," kata Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Berdasarkan pengakuan penyelenggara kegiatan, lanjut Ali, kegiatan tersebut adalah konsolidasi internal PDIP Kecamatan Giritontro. Hanya saja ditemukan semacam bahan kampanye berisikan paslon nomor urut 2 Joko Sutopo-Setyo Sukarno.

"Kalau izinnya adalah konsolidasi internal PDIP Kecamatan Giritontro. Tapi kami menemukan semacam bahan kampanye berisikan paslon nomor urut 2. Tapi ini masih kami dalami lagi, karena masih ada pembahasan dengan Gakkumdu," jelas Ali.

Sementara itu, Camat Giritontro, Fredy Sasono, memenuhi panggilan Bawaslu Wonogiri di kantor sekretariat Bawaslu, hari ini. Dia dimintai klarifikasi terkait kehadirannya di acara pembukaan konsolidasi PDIP.

"Saya tadi diberi 40 pertanyaan seputar kehadirannya saya di acara pembukaan konsolidasi PDIP Giritontro," ujar Fredy kepada wartawan usai memberikan klarifikasi di kantor Bawaslu Wonogiri.

Fredy menyatakan, acara itu digelar di rumah Ketua PAC PDIP Kecamatan Giritontro, Soetarno SR. Kegiatan pembukaan konsolidasi digelar Senin (23/11) pagi.

"Yang saya hadiri itu bukan acara kampanye, melainkan pembukaan konsolidasi partai. Saya memang diundang melalui WA (WhatsApp) pada acara itu untuk menghadiri ketika pembukaan berlangsung," beber dia.

Dia mengaku datang sesuai undangan. Dia menyebutkan saat itu dirinya hanya duduk, ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya, makan dan minum sebentar lantas meninggalkan acara untuk menghadiri pelantikan PPS di pendopo kecamatan setempat.

"Jadi pas acara inti konsolidasi saya sudah meninggalkan lokasi. Saya hadir saat pembukaan saja, saya hanya datang duduk diam minum makan tanpa memberikan sambutan lantas meninggalkan lokasi untuk menghadiri acara lain" tandas dia.

Menurut dia, kehadirannya itu bukan merupakan pelanggaran. Lantaran bukan acara kampanye paslon, dan hanya hadir saat pembukaan. Selain itu menghadiri undangan acara menjadi semacam kewajiban moral dia sebagai Camat.

"Ada undangan syukuran akikah saya datang, undangan ngopi bareng juga datang, apapun undangan yang saya terima saya usahakan menghadirinya. Apalagi saya tidur di Giritontro, bersosialisasi itu penting," tutur dia.

Sementara penyelenggara acara, Soetarno SR, mengatakan saat itu dia mengadakan konsolidasi partai tingkat kecamatan dan bukan kegiatan kampanye paslon. Dia yang merupakan Ketua PAC PDIP Giritontro itu menggelar konsolidasi di rumahnya di Giritontro.

Acara digelar dalam beberapa gelombang, mengingat ada ratusan pengurus partai hingga tingkat dusun yang diundang. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan.

Selanjutnya, penjelasan penyelenggara acara konsolidasi...

Selanjutnya
Halaman
1 2