Round-Up

Aksi Tolak HRS di Jateng: Dibubarkan Polisi-Poster Habib Rizieq Dilarung

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 08:38 WIB
Polisi bubarkan aksi tolak kehadiran Habib Rizieq Syihab di Kabupaten Kendal. Aksi dibubarkan karena tidak memiliki izin maupun pemberitahuan kepada kepolisian.
Massa aksi melarung poster bergambar Habib Rizieq. (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Yogyakarta -

Aksi penolakan terhadap petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) berlangsung di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kemarin. Setelah dibubarkan polisi karena tak berizin, peserta aksi melarung poster bergambar Habib Rizieq ke sungai.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kendal itu menggelar aksi demo di Alun-alun Kendal, Selasa (24/11/2020).

Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta mengatakan, aksi demo tolak Habib Rizieq itu dibubarkan karena tidak memiliki izin maupun pemberitahuan kepada kepolisian. Pembubaran aksi juga dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster baru virus Corona atau COVID-19.

"Aksi demo penolakan HRS memang kami bubarkan karena aksi tersebut tidak berizin atau tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kepolisian. Kami juga berusaha mencegah agar tidak timbul klaster baru dalam demo ini," kata Sumiarta saat ditemui di Alun-alun Kendal, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, dalam aksinya sebelum dibubarkan polisi, massa Aliansi Masyarakat Kendal mengecam ceramah-ceramah provokasi yang selama ini dilakukan Habib Rizieq dan menyebutnya telah memecah belah NKRI.

Peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi kecaman dan penolakan Habib Rizieq di Kendal. Selain itu, tampak pula poster bertuliskan dukungan terhadap pemerintahan RI dan cinta kepada tanah air.

"Di Kabupaten Kendal ini banyak ulama dan para ulama ini selalu memberikan ceramah dengan santun dan sejuk. Tidak seperti Habib Rizieq yang selalu berceramah dengan nada provokasi yang bisa menyebabkan perpecahan NKRI. NKRI itu harga mati," kata Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kendal, Nanang Supriyanto, saat melakukan orasinya di Alun-alun Kendal, kemarin.

Nanang mengatakan, massa menolak kedatangan Habib Rizieq di Kendal dalam bentuk kegiatan apapun dan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan TNI-Polri dalam menegakkan supremasi hukum.

Aksi demo dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang menceritakan Habib Rizieq datang ke Kendal dan mendapat penolakan dari masyarakat Kendal. Massa kemudian melakukan aksi larung poster bergambar Habib Rizieq ke Sungai Kendal yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi aksi.

"Kami minta waktunya kepada polisi agar kami bisa melakukan aksi terakhir untuk melakukan larung poster HRS ke sungai sambil menabur bunga. Setelah aksi terakhir, kami akan membubarkan diri," lanjutnya.

(sip/sip)