Bangga dan Sedihnya Ibu Mahasiswa IAIN Purwokerto yang Wisuda di Makam Ayah

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 19:05 WIB
Banjarnegara - Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda online di depan makam ayahnya. Sang ibu, Sarkinah (67) menceritakan rasa bangga dan harunya kepada Nadif.

"Nadif ini tidak pernah minta yang aneh-aneh. Salutnya kalau pulang pas saya tidak punya uang seberapapun tetap berangkat. Tidak pernah nawar-nawar," kata Sarkinah saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Karangsari Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (24/11/2020).

Nadif menjalani wisuda secara online di area pemakaman Desa Sidarata, Kabupetan Banjarnegara hari ini. Sarkinah mengaku sedih sekaligus bangga dengan diwisudanya Nadif.

Mengingat Nadif diwisuda tanpa ditemani sang ayah, almarhum Ali Maksum, yang sudah meninggal dunia satu tahun lalu. Sarkinah mengaku sedih sekaligus bangga saat Nadif mengutarakan maksudnya wisuda di makam ayahnya.

"Rasanya sedih sekaligus bangga. Bangganya karena sekarang sudah lulus sudah jadi sarjana dan tidak lama-lama banget kurang lebih empat tahun. Sedihnya karena sudah ditinggal bapaknya," tuturnya.

Ia berharap, usai lulus sebagai sarjana hukum ekonomi syariah Nadif bisa menjadi anak yang saleh serta bisa berguna bagi masyarakat.

"Harapannya ilmu yang dia dapat bisa bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga. Dan bisa menjadi anak saleh dan rukun dengan saudara-saudaranya," doa Sarkinah.

Diberitakan sebelumnya, momen wisuda Nadif di area pemakaman membuat terenyuh. Beralaskan matras, Nadif duduk di depan laptop dan ponsel miliknya. Dia pun tampak khidmat mengikuti prosesi wisuda meski di areal pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Nadif pun tampak ditemani seorang temannya yang membantunya memindahkan kuncir toga.

Usai mengikuti wisuda, warga Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan Banjarnegara itu juga sempat membersihkan areal makam ayahnya. Anak bungsu dari 16 bersaudara itu juga terlihat mendoakan ayahnya sebelum pergi meninggalkan makam. (sip/ams)