Round-Up

Haru Mahasiswa IAIN Wisuda di Makam Ayah: Semoga Bapak Bangga

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 07:53 WIB
Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda virtual di depan makam bapaknya, Desa Sidarata, Banjarnegara, Selasa (24/11/2020)
Mahasiswa IAIN Purwokerto Mochamad Nadif Nasrulloh. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda virtual di depan makam sang ayah. Seperti apa kisah di baliknya?

"Ini adalah bentuk amanah dari bapak, karena sebelum meninggal dunia, bapak pernah berpesan agar saya segera menyelesaikan kuliah dan ingin melihat anaknya diwisuda. Jadi sekarang karena bapak sudah tidak ada, dan kebetulan wisuda dilakukan secara virtual, makanya saya sengaja mengikuti wisuda di sini (makam ayahnya)," ujar Nadif.

Hal ini disampaikan Nadif saat ditemui usai mengikuti wisuda di pusara sang ayah di Desa Sidarata, Banjarnegara, Selasa (24/11).

Beralaskan matras, Nadif duduk di depan laptop dan ponsel miliknya. Dia pun tampak khidmat mengikuti prosesi wisuda meski di areal pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Nadif pun tampak ditemani seorang temannya yang membantunya memindahkan kuncir toga.

Usai mengikuti wisuda, warga Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan Banjarnegara itu juga sempat membersihkan areal makam ayahnya, almarhum Ali Maksum. Anak bungsu dari 16 bersaudara itu juga terlihat mendoakan bapaknya sebelum pergi meninggalkan makam.

"Harusnya ibu saya juga menemani disini (makam). Tetapi karena jalannya susah, akhirnya menunggu di rumah saja," katanya.

Nadif bercerita ayahnya meninggal di usia 66 tahun. Almarhum ayahnya itu meninggal setahun lalu, kepergiannya pun terbilang mendadak.

"Bapak saya ini petani. Jadi memang berpesan agar segera menyelesaikan kuliahnya. Karena kalau semakin lama, sudah tidak mampu untuk membiayai kuliah," terangnya.

Nadif juga menuturkan jika bapaknya ingin menyaksikan dirinya diwisuda. Namun, setahun sebelum dia wisuda bapaknya berpulang ke sang Khalik.

Dia pun berharap ayahnya bisa turut merasakan kebahagiaannya lulus dari jurusan hukum ekonomi syariah di IAIN Purwokerto.

"Semoga bapak bisa bangga dan bisa merasakan anak terakhirnya bisa menjadi kebanggaan keluarga," harap Nadif.

Meski sedih, mahasiswa lulusan jurusan hukum ekonomi syariah ini pun mengaku justru termotivasi untuk membanggakan keluarganya. Terlebih saat ini dirinya sudah mengantongi ijazah sarjana.

Selanjutnya
Halaman
1 2