Pendaki Ungkap Lebatnya Hujan Es yang Guyur Gunung Slamet Kemarin

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 20:04 WIB
Hujan es di Gunung Slamet, Minggu (22/11/2020).
Hujan es di Gunung Slamet. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @thole_sunset)
Pemalang -

Fenomena hujan es terjadi di Gunung Slamet, Jawa Tengah, kemarin siang. Seorang pendaki merekam momen tersebut dan menceritakan suasananya. Seperti apa?

"Kejadiannya tepatnya tercatat di HP (Minggu) pada pukul 10.55 WIB. Hujan es terjadi sekitar 15 menit, tapi kalau hujan rintik-rintiknya sampai sore," ujar Cecep Supriyadi (32) kepada detikcom, Senin (23/11/2020).

Cecep mengunggah momen hujan es itu di akun Instagramnya @thole_sunset hari ini. Dalam postingannya itu, Cecep menyertakan keterangan:

Alhamdulillah turun muncak hujan es,bukan hujan air mata😀

Hati hati untuk para pendaki,apabila kondisi atau cuaca buruk untuk tidak melanjutkan pendakian,
karena keselamatan lebih utama.

#mendaki#mendakigunung
#mendadakmuncak#pendakiindonesia
#montanesia#jejakpendaki
#pennikmatlelah

Cecep menceritakan dia mendaki ke Puncak Slamet melalui pintu masuk dari Guci (Kabupaten Tegal).

"Kita itu kemarin ikut acara kopi alas (di puncak), saya salah satu menjadi porter dari peserta. Waktu turun ada kejadian itu (hujan es)," jelas Cecep yang merupakan warga Depok, Jawa Barat itu.

Menurutnya, cuaca di puncak Gunung Slamet saat itu sempat normal. Bahkan dia dan teman-temannya sempat membuat kopi di puncak Gunung Slamet.

"Sekitar setengah jam kita di puncak malah sempat buat kopi juga," kata Cecep.

Hingga akhirnya ketika dia bersama rombongan turun dari puncak, hujan es turun dengan lebat. Butiran es yang menghujaninya saat itu sebesar biji jagung dan berlangsung sekitar 15 menit.

"Hujan es terjadi sebenarnya sekitar 15 menit. Kalau hujan rintik-rintiknya sampai sore. Cuman memang kondisinya lebat sama kabut," katanya.

Diwawancara terpisah, petugas Prakirawan Stasiun Meteorologi Tegal, Sayful Amri, menjelaskan secara ilmiah fenomena tersebut normal. Apalagi, saat ini sedang musim hujan.

"Selain itu, adanya pemanasan permukaan yang sangat intens pada pagi-siang hari menyebabkan penguapan yang besar, sehingga memicu terbentuknya awan konvektif yang besar (menjulang tinggi) dan melewati freezing level," jelas Sayful.

"Sehingga sebagian besar partikel awan tersebut adalah es. Peluruhan awan (hujan) tersebut pada kondisi tertentu tidak dapat mencair semuanya saat mencapai permukaan dan menyebabkan hujan es terjadi," lanjutnya.

(sip/ams)