BPBD: Guguran Lava Gunung Merapi Meningkat, 700 Orang di Boyolali Ngungsi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:52 WIB
Gunung Merapi dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, November 2020
Gunung Merapi dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, November 2020. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi yang belum mengungsi, terutama kelompok rentan diimbau untuk segera evakuasi ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS). Imbauan ini terkait dengan aktivitas guguran di Gunung Merapi mengalami peningkatan.

"Yang di KRB III khususnya untuk rentan seperti kebijakan dari BPPTKG, agar yang belum evakuasi di TPPS, segera melakukan evakuasi karena Gunung Merapi walaupun statusnya Siaga tetapi perkembangan guguran lava agak meningkat. Oleh karena itu mohon untuk segera mengevakuasi," imbau Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, kepada para wartawan di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (23/11/2020).

Bambang mengungkap jumlah pengungsi Gunung Merapi di Boyolali saat ini sekitar 723 orang. Mereka adalah kelompok rentan dari tiga desa yang masuk KRB III di Kecamatan Selo, Boyolali.

"Untuk yang di (desa) Tlogolele jumlah pengungsi ada 277 orang. Yang di Klakah ada 199 orang dan di Jrakah ada 247 orang," jelasnya.

Menurut dia, jumlah pengungsi masih dinamis. Sementara itu, jumlah kelompok rentan dari wilayah KRB III di tiga desa tersebut, kata Bambang Sinung, terdapat sekitar 800 orang.

"Alhamdulillah untuk logistik mencukupi, bahkan untuk 10 hari ke depan masih siap. Kalau kekurangan kita siap karena pemda khususnya logistik sudah disiapkan. Beras dan yang terkait dengan masalah lauk-pauk juga sudah siap," ujar dia.

Lihat juga video 'Monyet Turun ke Permukiman Lereng Merapi':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)