KPU Sleman Hanya Posting Visi Misi Istri Bupati, Bawaslu: Langgar Kode Etik

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 18:41 WIB
poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono)
Sleman -

Bawaslu Kabupaten Sleman memutuskan ada pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Sleman terkait posting-an materi sosialisasi kampanye di akun Twitter @KPUSleman. Bawaslu meneruskan kasus ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk proses lebih lanjut.

"Ya, rapat pleno Bawaslu Kabupaten Sleman Sabtu (21/11) kemarin memutuskan meneruskan pelanggaran akun Twitter KPU Sleman yang hanya mengunggah salah satu program paslon ke DKPP," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran (PP) Bawaslu Sleman Ibnu Darpito dalam keterangannya, Minggu (22/11/2020).

Bawaslu memeriksa KPU Sleman terkait posting-an yang hanya mengunggah visi misi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sleman nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Diketahui, Kustini adalah istri Bupati Sleman Sri Purnomo.

Ibnu mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi dan kajian yang dilakukan Bawaslu, terbukti ada pelanggaran kode etik yang dilakukan jajaran KPU Sleman. Sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

"Ada pelanggaran kode etik. Terutama, terkait dengan prinsip-prinsip profesionalisme," jelas Ibnu.

"Selanjutnya, kami akan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk diteruskan ke DKPP," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Sleman melakukan pemeriksaan terkait posting-an akun Twitter KPU Sleman. Posting-an itu berisi materi sosialisasi paslon dalam bentuk video yang hanya memuat gambar, visi, misi, dan program salah satu paslon, yakni paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, mengatakan telah mendapati laporan terkait penayangan video itu. Pihaknya pun telah memanggil KPU Sleman untuk melakukan klarifikasi.

"Bahwa Bawaslu Kabupaten Sleman memanggil Ketua KPU Kabupaten Sleman untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut di kantor Bawaslu Kabupaten Sleman," kata Arjuna kepada wartawan, Sabtu (14/11).

Sementara itu, KPU Sleman memberikan klarifikasi soal posting-an di akun Twitter @KPUSleman yang hanya menampilkan materi paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.

Halaman berikutnya, penjelasan Ketua KPU Sleman...

Selanjutnya
Halaman
1 2