Ketua PA 212 Cilacap Meninggal Positif Corona

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 13:16 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Edi Wahyono)
Cilacap -

Ketua Forum Umat Islam (FUI) yang juga Ketua PA 212 Kabupaten Cilacap, Syamsudin, meninggal positif virus Corona atau COVID-19. Syamsudin meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi, membenarkan Syamsudin meninggal positif Corona. Sebelum sakit, Syamsudin memiliki riwayat perjalanan.

"Iya (positif COVID-19)," kata Pramesti dalam pesan singkatnya saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (22/11/2020).

"Riwayatnya bepergian ke Maos, kondangan, setelah itu sakit," ujarnya.

Sementara itu, beredar kabar Syamsudin ikut menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta. Namun Koordinator Nahi dan Mungkar FUI Cilacap, Bagdo, membantahnya. Bagdo mengatakan dia terakhir bertemu dengan Syamsudin saat menghadiri hajatan di Kecamatan Maos, Rabu (11/11) lalu.

"Yang jadi patokan beliau, terakhir beliau itu kondangan di Maos hari Rabu (11/11) lalu, bukan minggu ini ya. Habis pulang dari situ drop, Senin (16/11) terus saya telepon, yang angkat istrinya, lagi geletak katanya tifus kambuh, sore pas asar. Terus Rabu (18/11) masuk rumah sakit, lalu kabarnya (meninggal) Kamis dini hari," kata Bagdo, saat dihubungi wartawan.

Dia menjelaskan jika memang banyak dari anggota laskar yang berangkat ke Jakarta untuk ikut menjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta. Namun dia memastikan jika Syamsudin tidak ikut dalam kegiatan tersebut.

"Dia tidak ada riwayat ke Jakarta. Tidak ada, saya pastikan tidak (tidak ke Jakarta). Kalau teman-teman banyak yang ke sana (Jakarta) rata-rata laskar dan DPW itu berangkat. Dia tidak (berangkat), dia lagi sibuk dengan kerjaannya," ucapnya.

Selain itu, kondisi Syamsudin yang juga memang sedang tidak sehat dan tenaganya terforsir saat mengurus pekerjaannya di luar kota.

"Kalau beliau sakitnya ini kalau terforsir luar kota, sedang tidak fit dia. Jadi kondisinya memang luar biasa dia, luar kota ngurusin kerjaan-kerjaan," jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum FUI Cilacap, Kamto, juga menegaskan jika kabar meninggalnya Syamsudin akibat Corona setelah bepergian ke Jakarta adalah tidak benar. Pasalnya, setiap kegiatan yang berkaitan dengan FUI, dirinya selalu dilibatkan.

"Waktu itu hadir ke Jakarta, waktu acara maulid, saya mengonfirmasi pak haji (Syamsudin) tidak ikut. Waktu penjemputan Habib Rizieq juga tidak ikut, itu juga Pak Bagdo juga kan dekat (dekat dengan almarhum). Biasanya ada pak haji Syam, ada Pak Bagdo, Pak Ridho, Ustaz Muchlisin dan saya biasanya. Lah saya tidak diajak, itu beritanya tidak benar yang itu," jelas Kamto saat dimintai konfirmasi wartawan.

Meskipun demikian, dia membenarkan jika Syamsudin memiliki penyakit penyerta. Penyakit tersebut di antaranya, tifus, ginjal dan gula darah.

"Memang katanya rapid-nya itu positif, tapi ada komplikasi lain. Iya dia memang punya penyakit penyerta, itu dari riwayat dia dari yang dikasih tahu ke ustaz Muchlisin, sering curhat mungkin ya, itu ada tifus, ginjal sama gula darah," jelasnya.

Tonton video 'Keprihatinan Warga Melihat Kasus Corona Harian di DKI Pecah Rekor':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)