FUI Bantah Ketua PA 212 Cilacap Meninggal Kena Corona Usai Jemput HRS

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:08 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Cilacap -

Beredar kabar Ketua Forum Umat Islam (FUI) yang juga Ketua PA 212 Kabupaten Cilacap, Syamsudin, meninggal positif virus Corona atau COVID-19 usai ikut menjemput Habib Rizieq Shihab (HRS). Pihak FUI membantahnya.

FUI Cilacap membantah kabar yang menyebutkan Syamsudin ikut menjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta. Meskipun demikian, FUI membenarkan jika ada anggota laskar yang ikut saat menjemput Habib Rizieq.

"Dia tidak ada riwayat ke Jakarta. Tidak ada, saya pastikan tidak (tidak ke Jakarta). Kalau teman-teman banyak yang ke sana (Jakarta) rata-rata laskar dan DPW itu berangkat. Dia tidak (berangkat), dia lagi sibuk dengan kerjaannya," kata Koordinator Nahi dan Mungkar FUI Cilacap, Bagdo, saat dimintai konfirmasi wartawan melalui telepon, Minggu (22/11/2020).

Dia mengaku terakhir mengetahui kabar almarhum saat menghadiri hajatan di Kecamatan Maos, Rabu (11/11) lalu.

"Yang jadi patokan beliau, terakhir beliau itu kondangan di Maos hari Rabu (11/11) minggu lalu, bukan minggu ini ya. Habis pulang dari situ drop, Senin (16/11) terus saya telepon, yang angkat istrinya, lagi geletak katanya tifus kambuh, sore pas asar. Terus Rabu (18/11) masuk rumah sakit, lalu kabarnya (meninggal) Kamis dini hari," ujarnya.

Selain Bagdo, kuasa hukum FUI Cilacap, Kamto, juga menegaskan jika berita Syamsudin positif Corona usai bepergian ke Jakarta itu tidak benar. Pasalnya, setiap kegiatan yang berkaitan dengan FUI, dirinya selalu dilibatkan.

"Waktu itu hadir ke Jakarta, waktu acara maulid, saya mengonfirmasi pak haji (Syamsudin) tidak ikut. Waktu penjemputan Habib Rizieq juga tidak ikut, itu juga Pak Bagdo juga kan dekat (dekat dengan almarhum). Biasanya ada pak haji Syam, ada Pak Bagdo, Pak Ridho, Ustaz Muchlisin dan saya biasanya. Lah saya tidak diajak, itu beritanya tidak benar yang itu," kata Kamto saat dimintai konfirmasi wartawan.

Meskipun demikian, dia membenarkan jika Syamsudin memiliki penyakit bawaan. Penyakit tersebut di antaranya tifus, ginjal dan gula darah.

"Memang katanya rapid-nya itu positif, tapi ada komplikasi lain. Iya dia memang punya penyakit penyerta, itu dari riwayat dia dari yang dikasih tahu ke Ustaz Muchlisin, sering curhat mungkin ya, itu ada tifus, ginjal sama gula darah," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi, membenarkan Syamsudin meninggal positif Corona. Sebelum sakit, Syamsudin memiliki riwayat perjalanan.

"Iya (positif COVID-19)," kata Pramesti dalam pesan singkatnya saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (22/11).

Syamsudin meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

"Riwayatnya bepergian ke Maos, kondangan, setelah itu sakit," ujarnya.

(rih/rih)