Bagaimana Update Kasus Corona di Warung Bakmi Jalan Suryotomo Yogya?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 15:18 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (20/11/2020).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (20/11/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Sebanyak delapan orang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 dari kasus warung bakmi di Jalan Mayor Suryotomo, Kota Yogyakarta. Saat ini Pemkot Yogya terus melakukan tracing kasus.

"Belum ada perkembangan, karena kemarin yang kena 7 (hasil tracing pemilik bakmi Jalan Mayor Suryotomo). Setelah itu kita belum terima hasil, jadi sudah ada yang di-swab tetapi belum keluar hasilnya," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, saat ditemui di kantornya, Jumat (20/11/2020).

Kendati demikian, saat ini pihaknya terus melakukan tracing dengan melakukan swab. Soal berapa yang di-swab Heroe belum bisa mengungkapkannya.

"Bakmi belum ada tambahan karena sebagian masih tracing," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warung bakmi di Jalan Mayor Suryotomo, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, ditutup sementara usai pemilik dan tujuh orang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Pembeli yang datang pada periode 24 Oktober hingga 7 November lalu diminta memeriksakan diri jika alami gejala.

"Pemilik warung diketahui positif Corona pada 7 November. Nah, sejak hari itu juga warung yang juga menjajakan nasi goreng itu langsung ditutup sementara," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, saat ditemui wartawan di Kota Yogyakarta, Rabu (18/11).

Heroe menjelaskan, pemilik warung sebelumnya menunjukkan gejala mengarah Corona dan setelah menjalani pemeriksaan ternyata dia dinyatakan positif COVID-19. Pemilik warung bakmi itu kemudian dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bantul, sesuai dengan alamat domisili atau tempat tinggalnya.

"Jadi yang kena itu pemiliknya dulu, dia tinggal di Bantul, sekarang dirawat di sana. Ya, dia memang ada gejala dan saat ini menjalani perawatan di Bantul," ujar Heroe.

Pemkot Yogya lalu melakukan tracing terhadap anggota keluarga serta semua pegawai di warung bakmi tersebut yang berjumlah 16 orang. Hasilnya, ada tambahan tujuh kasus positif. Kasus positif virus Corona yang terakhir muncul pada Senin (16/11) lalu.

"Pegawai dan keluarga kita swab, sama seperti di Soto Lamongan, tapi dari 16 ini tidak tinggal di dalam satu rumah ya. Hasilnya ada tujuh yang terkena, sementara sembilan lainnya dinyatakan negatif," ungkap Heroe.

Heroe pun meminta agar para pembeli di warung bakmi tersebut memeriksakan diri jika mengalami gejala COVID-19 guna memutus rantai penyebaran.

"Jadi kita tetap mengimbau agar para pembeli memeriksakan kesehatannya, terutama yang beli sejak 24 Oktober hingga 7 November," ujarnya.

Simak juga video '9 Daerah di Indonesia Masih Memiliki Kasus Aktif di Atas Seribu!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)