Viral Peta Bahaya Gunung Merapi Sejauh 10 Km, BPPTKG: Itu Peta 2010!

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 14:04 WIB
Pesan berantai berisi peta bahaya Merapi diperluas jadi 10 km yang dipastikan hoax. BPPTKG mengatakan peta ini merupakan bagian dari jurnal asing terkait erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu.
Pesan berantai berisi peta bahaya Gunung Merapi diperluas jadi 10 km yang dipastikan hoax. (Foto: dok. BPTKG)
Sleman -

Sebuah gambar peta bahaya Gunung Merapi diperluas hingga radius 10 kilometer beredar melalui pesan berantai. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan peta itu hoax.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan pihaknya masih menerapkan radius bahaya Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah itu maksimal sejauh 5 kilometer dari puncak. Pihaknya pun mengaku banyak mendapatkan pertanyaan soal itu.

"Berkaitan dengan banyaknya pertanyaan dan laporan yang masuk terkait informasi di atas, maka kami sampaikan klarifikasi. Peta yang beredar merupakan peta daerah bahaya erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010," kata Hanik dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Hanik menjelaskan peta ancaman bahaya itu dimuat di dalam sebuah jurnal. Dia juga menegaskan jika yang ditampilkan dalam peta tersebut bukan peta ancaman bahaya Gunung Merapi saat ini.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida di kantor BPPTKG, Yogyakarta, Kamis (19/11/2020)Kepala BPPTKG, Hanik Humaida di kantor BPPTKG, Kota Yogyakarta, Kamis (19/11/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

"Peta ini dimuat dalam jurnal berjudul 'The 2010 explosive eruption of Java's Merapi volcano-a '100-year' event' yang diterbitkan oleh Journal of Volcanology and Geothermal Research," paparnya.

"Sehingga peta tersebut bukan peta ancaman bahaya Merapi saat ini," sambung Hanik.

Dia pun meminta agar masyarakat agar tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Dia menekankan saat ini Gunung Merapi berstatus Siaga dan radius ancaman bahaya maksimal sejauh 5 kilometer dari puncak.

"Mohon masyarakat tidak terpancing dengan isu yang tidak jelas sumbernya, informasi terkini akan selalu kami sampaikan dan update," pungkas Hanik.

Tonton video 'Kata Juru Kunci soal Meteor Melintasi Puncak Merapi':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)