BPPTKG Ungkap Magma Gunung Merapi Semakin Dekati Permukaan

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 11:06 WIB
BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari level waspada menjadi siaga. Warga diminta waspada dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
Pemandangan Gunung Merapi setelah berstatus Siaga. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut perjalanan magma Gunung Merapi ke puncak semakin mendekati permukaan. Hanya saja BPPTKG belum bisa mengetahui kecepatan pergerakan magma Gunung Merapi.

"Magmanya semakin dekat ke permukaan," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat dihubungi wartawan, Jumat (20/11/2020).

Hanik menjelaskan adanya peningkatan energi guguran Gunung Merapi secara signifikan. Sehingga desakan magma ke permukaan juga semakin kuat.

"Peningkatan energi guguran artinya bahwa kita dari jumlahnya tidak signifikan tapi kita lihat energinya cukup signifikan berarti desakan magma menuju ke permukaan semakin kuat," jelasnya.

Hanik mengatakan saat ini masih terus terus berlangsung proses dorongan magma Gunung Merapi menuju ke permukaan. Namun, laju kecepatan magma ke permukaan masih belum bisa dihitung karena kubah lava belum muncul.

"Masih ada dorongan magma tadi, masih berupa tekanan dari dalam untuk menuju ke atas. Sekali lagi (magma) ini belum muncul di permukaan. Menuju ke permukaan. Kecepatan belum ada (kubah lava) belum tahu kecepatannya," tegasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan posisi hiposenter gempa vulkanik, Merapi memiliki dua kantong magma. Yaitu kantong magma dangkal dan kantong magma dalam.

"Posisi hiposenter gempa vulkanik di Merapi dapat disimpulkan bahwa ada dua kantong magma di Merapi, yaitu kantong magma dangkal pada kedalaman kurang lebih 1,5-2 km dari puncak dan kantong magma dalam yang berada sekitar kurang lebih 5 km dari puncak," tutupnya.

(sip/sip)