Ada Kasubid Meninggal Kena Corona, Kantor Bappeda Klaten Lockdown

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 13:34 WIB
Kantor Bappeda Kabupaten Klaten sepi dari kegiatan gegara pejabatnya meninggal karena Corona, Jumat (20/11/2020).
Kantor Bappeda Kabupaten Klaten, Jumat (20/11/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kantor Bappeda Kabupaten Klaten ditutup setelah seorang pejabatnya meninggal dengan status positif virus Corona atau COVID-19, kemarin. Penutupan itu dilaksanakan selama tiga hari.

"Sementara tiga hari dulu tidak ada kegiatan. Kita lihat dulu nanti seperti apa, termasuk tindakan yang akan dilakukan," kata Kepala Bappeda Kabupaten Klaten, Sunarno pada detikcom di kantornya, Jumat (20/11/2020).

Sunarno mengatakan pada prinsipnya Bappeda siap mematuhi prosedur. Selain itu, dia mengungkap, sudah ada beberapa pegawai yang menjalani rapid test dan swab.

"Kemarin beberapa teman sudah ada yang rapid di PMI sampai di Yogyakarta. Teman-teman sudah proaktif, terutama yang terakhir kontak mengantar (Kasubid sebelum meninggal dunia) rapat ke Solo," jelas Sunarno.

Sunarno menjelaskan total ada 34 pegawai di Bappeda Klaten. Dia berharap, kegiatan di kantornya akan kembali normal pada Senin. Hingga hari itu, pegawai di Bappeda Klaten bekerja dari rumah dan diminta tidak ke mana-mana.

"Kita siap saja mengikuti misalnya untuk rapid atau sampai isolasi mandiri. Kita kaget juga sebab selama ini almarhum itu paling izin tidak enak badan, tapi kok dinyatakan positif," sambung Sunarno.

Dari informasi yang diterimanya, terang Sunarno, almarhum selama ini memiliki riwayat sakit sesak napas.

"Yang dekat dengan almarhum saat kerja sudah rapid. Hasilnya negatif juga," ujar Sunarno.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 10.00 WIB, suasana kantor Bappeda Klaten tampak sepi. Pintu ruangan ditutup rapat.

Sebelumnya diberitakan, seorang pejabat Klaten meninggal karena terpapar virus Corona, kemarin. Salah seorang Kasubbid di kantor Bappeda Klaten, yang meninggal dunia itu berinisial ASJ (45).

"Betul, informasinya positif terpapar COVID-19. Langsung dimakamkan tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB. Sempat dirawat di RSI (Klaten)," kata staf ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito, saat dimintai konfirmasi detikcom, kemarin.

(sip/ams)