Pemotor Honda CBR1000RR SP Ungkap Detik-detik Diseruduk Pengemudi Ayla

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 12:39 WIB
Dimas Prasetyahani, pengendara Honda CBR1000RR SP yang viral diseruduk pengemudi Ayla, Banyumas, Jumat (20/11/2020).
Pemotor Honda CBR1000RR SP, Dimas Prasetyahani. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Pemotor Honda CBR1000RR SP, Dimas Prasetyahani, yang viral diseruduk pengemudi mobil Daihatu Ayla akhirnya angkat bicara. Dia menceritakan detik-detik dirinya diseruduk pengemudi mobil Ayla.

"Awalnya saya konvoi sama istri saya, rencana mau ke Karanggintung, Sumbang. Istri saya menggunakan motor matik, apalagi konvoi sama istri kan pasti dengan keadaan yang sangat lambat sekali. Sedangkan motor saya kan CC-nya besar, jadi kan memang nyaring bunyinya," kata Dimas saat dihubungi detikcom, Jumat (20/11/2020).

Dimas menjelaskan saat mengendarai motor besar dan motor kopling, harus injak gigi dan lepas kopling sambil ngegas saat itu. Sehingga suara motornya sangat nyaring.

"Karena saya konvoi sama istri jadi saya harus tungguin istri, makanya saya pelan-pelan, eh malah sama dia disuruh minggir, sekitar 100 meter dari pertigaan itu, dia marah-marah. Di situ kita sudah cekcok mulut, pertama saya nggak mau ladenin, cuma dia pepet saya dia buka kaca, ya udah saya minggir, dia turun dari kendaraan nyamperin saya, dia teriak-teriak marah-marah," ucap dia.

Akhirnya Dimas memutuskan untuk turun dari motor dan sempat mengajak duel jika memang si pengemudi mobil Ayla tidak terima. Namun, lanjut Dimas, si pengemudi Ayla malah pergi sambil menggeber kendaraannya.

Melihat hal tersebut, Dimas mengaku sempat terbawa emosi akhirnya memutuskan untuk mengejar mobil tersebut.

"Saya kejar dan saya suruh minggir, saya ambil posisi sebelah kiri, dari kanan ke kiri itu ada spare jarak, jadi tidak nempel. Saya persiapan untuk berhenti, sampai saya sudah di sebelah kiri jalan. Tapi tanpa disangka dan diduga, ini orang malah sengaja nabrakin mobilnya ke saya. Foto viral itu sudah di pinggir jalan sekali, itu sudah di trotoar," urainya.

Dia mengatakan tubuhnya sempat keseret di kolong mobil kurang lebih 10 meter. Akibatnya dia mengalami luka dan patah tulang tangan kirinya. Dimas mengatakan luka pada tubuhnya bukan karena jatuh dari motor tapi karena terseret mobil.

Hingga akhirnya Dimas memutuskan untuk malaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Dan mobilnya pas di olah TKP tidak ada tindakan pengereman sama sekali dan yang bersangkutan pun mengakui dia tidak ngerem, malah ngegas, alasannya yang bersangkutan beliau ngebleng, pas di kantor polisi bilangnya ngebleng," ujarnya.

(sip/sip)