Satu Lagi Pembunuh Pria yang Mayatnya Dibungkus Selimut Ditangkap!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 11:39 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi mayat. (Foto: Thinkstock)
Sleman -

Satu lagi tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan pria berinisial FAI (22) di Kabupaten Sleman pada pekan lalu ditangkap polisi. Tersangka berinisial ASP alias Bowo (19) ditangkap polisi setelah sempat masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Bowo sudah diamankan empat hari yang lalu. Kami tangkap di wilayah Banguntapan, Bantul," kata Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi saat dihubungi wartawan, Jumat (20/11/2020).

Saat ditangkap, Bowo bersembunyi di rumah ayahnya. Suhadi menyebut Bowo ditangkap tanpa perlawanan.

"Motor korban juga sudah kita amankan," sebutnya.

Bowo diketahui menganiaya FAI bersama tersangka lain yang sudah lebih dahulu tertangkap yaitu FEY alias Embit (36). Pemicunya yaitu salah paham dengan korban.

Ia kemudian mengadu ke Embit dan menganiaya korban hingga tewas. Kini Bowo pun terjerat pasal yang sama dengan Embit. Ancaman hukuman pun mencapai 15 tahun penjara.

"Pasal 338, 170, 365 ayat 3. Ancaman 15 tahun (penjara)," katanya.

Sebelumnya, salah seorang pembunuh pria yang mayatnya ditemukan dalam kondisi penuh luka dan tertutup selimut di lapangan Kentungan, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), FAR (22) ditangkap polisi. Sedangkan seorang tersangka lainnya masih dikejari polisi.

"Salah satu tersangka punya inisiatif membuang korban, kemudian tersangka Bowo melarikan diri dan membawa kabur motor korban," ujar Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (13/11/2020).

Tersangka yang telah ditangkap sebelumnya yakni bernama Febri Eko Yulianto alias Embit. Embit yang dihadirkan dalam jumpa pers tersebut ditangkap pada Senin (9/11) siang.

Suhadi menjelaskan, pembunuhan ini bermula saat tersangka Bowo hendak membeli celurit di daerah Jombor, Sleman. Saat itu Bowo mengajak korban yang saat itu bersama istrinya.

"Jadi tersangka Bowo ini mau membeli celurit di Jombor di salah satu kos dengan mengajak korban dan istri korban. Tapi saat tiba di kos itu tersangka ribut dengan pemilik kos karena barang tidak ada," jelas Suhadi.

Saat terjadi keributan itu, Bowo merasa korban hanya diam dan tidak membantunya. Hal itu membuat Bowo sakit hati dan kemudian menghubungi tersangka Embit dan menganiaya korban hingga tewas.

(sip/sip)