Sidang Kasus Dangdutan Saat Pandemi, Waket DPRD Tegal Terancam 1 Tahun Bui

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 15:43 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo jalani sidang perdana kasus dangdutan di tengah pandemi Corona, Selasa (17/11/2020).
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo jalani sidang perdana kasus dangdutan di tengah pandemi Corona, Selasa (17/11/2020). Foto: Imam Suripto/detikcom
Kota Tegal -

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo, menjalani sidang perdana kasus konser dangdut di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19. Wasmad didakwa melanggar Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara.

Sidang dakwaan Wasmad digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tegal. Sidang dipimpin oleh hakim ketua Toetik Ernawati dengan hakim anggota Paluko Hutagalung dan Fatarony.

Hadir dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) Widya Hari Susanto dan Johannes Kardinto. Sementara itu Wasmad terlihat tak didampingi oleh kuasa hukum.

Dalam persidangan, JPU mendakwa Wasmad dengan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat 1 KUHP. Dengan ancaman maksimal satu tahun kurungan penjara.

"Wasmad Edi Susilo didakwa melanggar Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat 1 KUH Pidana karena tidak menuruti perintah petugas. Ancaman hukumannya maksimal satu tahun kurungan penjara," kata JPU Widya Hari Susanto saat sidang di PN Kota Tegal, Selasa (17/11/2020).

Widya menguraikan, Wasmad ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polri usai menggelar hajatan pernikahan dan khitanan anaknya dengan hiburan musik dangdut pada 23 September 2020 lalu yang dihadiri ribuan penonton.

"Sebelum pelaksanaan, petugas sempat meminta agar tidak menggelar hajatan dan musik dangdut karena berpotensi menimbulkan kerumunan massa dalam jumlah banyak. Namun terdakwa tidak mematuhinya," imbuh Widya, seusai persidangan.

Diberitakan sebelumnya, Wasmad menjadi tersangka karena menggelar hajatan konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan pada 23 September 2020.

Ia disebut melanggar Pasal 93 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Jo Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Konser dangdut itu mengundang kerumunan dan abai protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Wasmad juga telah diperiksa polisi sebagai tersangka di Polda Jateng, Rabu, 30 September lalu. Usai diperiksa di Ditreskrimsus Polda Jateng selama lima jam, Wasmad menyatakan menyesal dan meminta maaf ke Presiden Jokowi dan masyarakat.

"Karena sudah isu nasional, kami secara pribadi sekaligus sebagai sohibul hajat meminta maaf setulus tulusnya khususnya kepada Presiden Republik Indonesia, bapak Haji Insinyur Jokowi dan TNI Polri khususnya resor Kota Tegal dan jajaran Polda Jateng yang secara respons proses secara profesional," kata Wasmad.

"Kami sampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jateng dan Kota Tegal," lanjutnya.

(rih/sip)