Penjual Sayur di Solo Meninggal Kena Corona, Pemkot: Keluarganya Bandel

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 21:34 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Edi Wahyono)
Solo -

Pemilik toko sayur dan bahan makanan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, meninggal setelah terkonfirmasi virus Corona atau COVID-19. Selain tak mau menutup toko, keluarga juga disebut tidak kooperatif dengan petugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan kesulitan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pemilik toko. Keluarga tidak kooperatif saat dimintai keterangan hingga akhirnya tidak bisa menjalani tes swab.

"Harusnya hari ini kita swab kontaknya. Tetapi keluarga tidak bisa dihubungi. Saat dimintai keterangan Puskesmas, mereka tidak kooperatif," kata Ning, sapaannya, saat dihubungi wartawan, Kamis (12/11/2020).

Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pemangku wilayah untuk mengawasi keluarga tersebut. Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun turut diminta membantu mengawasi.

"Kita minta bantuan camat, lurah, RT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengawasi. Ini kan sebenarnya untuk memutus mata rantai COVID-19," jelas Ning.

Ning mengatakan pemilik toko sayur itu sebelumnya dirawat di rumah sakit sebagai suspek. Baru pada 7 November 2020 dia dinyatakan positif Corona.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemilik toko sayur dan bahan makanan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, meninggal setelah dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Sebelum pemilik meninggal, toko sayur itu tetap buka meskipun sudah diminta tutup.

Lurah Mojo, Margono, mengatakan seorang pemilik toko sayur tersebut diketahui positif Corona sejak beberapa hari yang lalu. Dirinya mengaku telah meminta agar toko ditutup untuk sementara waktu.

"Pemiliknya (positif Corona) mondok itu sejak Sabtu (7/11) atau Minggu (8/11) kemarin. Itu langsung kita sampaikan kepada anak dan RT-nya agar ditutup dulu," kata Margono saat dihubungi detikcom, Kamis (12/11).

Namun tanpa sepengetahuan Margono, toko sayur tersebut ternyata masih tetap buka. Padahal, toko tersebut diketahui memiliki cukup banyak pelanggan.

"Kita tidak tahu kok ternyata masih buka. Tetapi sejak kemarin sudah ditutup, hari ini juga tutup," ujar Margono.

Margono mengaku masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk melacak siapa saja pembeli yang datang ke toko itu dalam beberapa hari terakhir. Pihaknya juga belum tahu terkait kemungkinan akan dilakukan tes swab massal.

"Rencana untuk swab massal kita belum tahu. Kita masih menunggu DKK," ujar dia.

Terkait pemulasaraan jenazah, Margono memastikan pemilik toko yang meninggal telah dimakamkan sesuai protokol COVID-19. Keluarga juga diminta melakukan isolasi mandiri.

Sementara itu, hingga Kamis (12/11/2020), jumlah kasus COVID-19 di Solo mencapai 1.512 orang yang positif. 997 orang di antaranya sembuh, 351 orang isolasi mandiri, 95 orang dirawat di rumah sakit, 69 orang meninggal dunia.

(rih/mbr)