Ketemu Ganjar, Mbah Min Cerita Rela Mati Saat Jadi Pengintai Belanda

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 20:24 WIB
Mbah Min penjual mainan yang dulunya pengintai Belanda bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (9/11/2020).
Mbah Min penjual mainan yang dulunya pengintai Belanda, bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: dok. Humas Pemprov Jateng)
Semarang -

Kakek penjual mainan anak-anak di Solo, Ngadimin Citro Wiyono (87), bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini. Mbah Min bercerita tentang pengalamannya menjadi mata-mata saat mempertahankan kemerdekaan pada masa Agresi Militer Belanda II 1948 silam.

"Saya tidak mengurus (hak veteran) karena sekarang harus ada hitam di atas putih, harus ada tanda bukti. Saya tidak punya, saya dulu cuma berani saja. Menurunkan bendera Belanda dan mengganti dengan Merah Putih," kata Mbah Min di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Semarang, Senin (9/11/2020).

"Pernah diadul-adul (ditelisik) dari UNS bagian sejarah, ya begini adanya," imbuh kakek 9 cucu itu.

Mbah Min selama ini bertahan hidup dengan bekerja serabutan, hingga akhirnya dia berjualan mainan buatannya sendiri. Mbah Min lalu bercerita tentang kisahnya menjadi pejuang di usia muda.

Dia usianya yang belia, dia mengaku melihat sang ayah ditembak di depan matanya. Kala itu amarah menyelimuti dadanya, sehingga dia bertekad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan melawan Belanda.

"Saat itu saya marah, Belanda pengkhianat. Setelah itu saya memutuskan untuk ikut berjuang. Saya rela mati demi nusa dan bangsa," kenang Mbah Min.

Karena masih muda, Mbah Min mengaku ditugaskan menjadi agen telik sandi atau mata-mata pengintai Belanda. Dia juga mengaku pernah membantu tentara Indonesia menyembunyikan senjata Belanda.

Mbah Min bercerita dia pernah membantu prajurit TNI yang ingin menyergap gudang senjata Belanda. Dia yang melihat senjata prajurit ditinggal di kebun, sengaja menyembunyikannya dengan dedaunan kering agar tidak diketahui Belanda.

"Saat itu komandan pasukan terkejut, kok bisa senjatanya diamankan. Setelah tahu saya yang melakukan, terus saya diminta gabung berjuang dan mendapat tugas baru. Saat itu, saya ditugasi menjadi pengintai Belanda," jelas Mbah Min.

Tonton juga video 'Tak Ikut Menaker, Ganjar Naikkan UMP Jawa Tengah 3,27%':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya respons Ganjar usai mendengarkan perjuangan Mbah Min saat belia...